AlQuds, LiputanIslam.com – Sekira 2000 tentara Israel tercatat melakukan desersi dan tidak hadir secara tanpa izin dalam perang Gaza, dan pengamat menyebut hal ini sebagai kegagalan terbesar bagi Israel sejak didirikan pada tahun 1948.
Meskipun alasan ketidakhadiran jumlah ini dalam perang belum diumumkan, apa yang diberitakan oleh media Israel mengenai dampak hal ini mengungkapkan kekhawatiran di kalangan tentara bahwa jumlah mereka yang absen dari perang akan meningkat di masa mendatang.
Surat kabar Yedioth Ahronoth (YA) melaporkan bahwa tentara Israel akan menerapkan sanksi hukuman berat kepada tentara yang tidak hadir tanpa izin selama perang di Gaza, dan jumlah mereka diperkirakan 2000 tentara.
YA menyebutkan banyak tentara cadangan yang awalnya bukan bagian dari pasukan reguler mengajukan diri atas inisiatif pribadi dan ikut serta dalam perang, namun beberapa tentara lainnya justru berdiam di dalam rumah mereka sehingga melakukan pelanggaran hukum di tengah situasi perang.
Sebagian tentara yang meninggalkan dinas militer juga merupakan tentara wajib, dan sebagian lain tidak hadir dari dinas sebelum pecahnya pertempuran pada tanggal 7 Oktober. Menurut YA, sanksi atas desersi mereka adalah penahanan militer selama 1-3 hari untuk setiap satu hari absen.
Menyusul pecahnya perang antara Israel dan faksi-faksi Palestina pada tanggal 7 Oktober, tentara Israel mengerahkan lebih dari 360.000 pasukan cadangan, mewakili tiga perempat dari pasukan yang diperkirakan berjumlah 465.000.
Pengamat Palestina Nizar Jabr memperkirakan banyak hal akan terungkap dalam penyelidikan yang akan dilakukan setelah berakhirnya perang saat ini, mengenai apa yang dia sebut “kerusakan keamanan besar” di Israel.
Dalam wawancara dengan Sky News Arabia, Ahad (26/11), dia mengatakan bahwa ketidakhadiran 2000 tentara “adalah jumlah besar yang belum pernah disaksikan Israel sebelumnya, dan alasannya belum diumumkan hingga saat ini. Bisa jadi mereka yang absen itu masih mempertahankan pendirian mereka menolak amandemen peradilan, dan bisa juga tidak demikian.” (mm/raialyoum)
Baca juga: