Beirut, LiputanIslam.com – Seorang pejabat militer AS mengatakan kepada saluran TV Al-Mayadeen bahwa pasukan AS dan fasilitas mereka telah menjadi sasaran 61 serangan di Irak dan Suriah sejak 17 Oktober lalu.
Pentagon mengatakan bahwa pasukan AS yang ditempatkan di Irak dan Suriah menjadi sasaran 55 serangan dalam sebulan, yang menyebabkan puluhan tentara AS terluka, seperti dikutip Al-Mayadeen, Jumat (17/11).
Disebutkan bahwa “27 serangan terjadi terhadap pasukan Amerika di Irak, dan 28 serangan di Suriah,” dan sebanyak 59 orang Amerika terluka.
Para pejuang perlawanan Islam di Irak mengumumkan penargetan pangkalan Harir yang ditempati tentara AS di Irak utara dengan sebuah drone , pangkalan Ain al-Assad di Irak barat dengan dua drone kamikaze, dan pangkalan Tal Baydar di sebelah barat kota Hasakah di Suriah dengan dua drone.
Dalam sebuah pernyataannya, kelompok pejuang Irak Kataib Hizbullah menegaskan solidaritasnya dengan Jalur Gaza dan perlawanan Palestina dalam pertempuran Badai Al-Aqsa. Mereka menekankan komitmennya untuk melakukan serangan langsung sebagai tanggapan atas agresi Zionis-Amerika di Gaza dan Tepi Barat. (mm/almayadeen)
Baca juga: