Washington, LiputanIslam.com – Perwakilan resmi Departemen Pertahanan AS, Sabrina Singh, mengumumkan bahwa pihaknya tidak melihat dampak signifikan dari eskalasi serangan terhadap pasukannya di Timur Tengah.
“Meskipun kami melihat peningkatan serangan ini, kami tidak melihat adanya kerugian atau kerusakan signifikan pada pasukan kami,” kata Singh dalam konferensi pers , Selasa (7/11).
Menurutnya, sejak 17 Oktober, pangkalan militer AS di Irak dan Suriah telah menjadi target setidaknya 40 kali serangan rudal dan drone.
Dia juga menyebutkan AS sedang dalam proses memasok Israel dengan sejumlah sistem pertahanan udara Iron Dome.
“Mengenai sistem Iron Dome, kami sedang dalam proses memasoknya ke Israel,” kata Singh.
Sebelumnya di hari yang sama, para pejuang resistensi Islam di Irak mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka “menyerang pangkalan pendudukan AS di ladang gas Koniko di utara Deir Ezzor, Suriah, dengan sebuah salvo roket”.
Mereka juga mengaku menyerang pangkalan pendudukan AS, Harir, di Irak utara, dengan dua drone, yang langsung mengenai sasaran mereka.
Selain itu mereka juga pangkalan pasukan pendudukan AS di Bandara Erbil, dengan drone, yang langsung mengenai sasaran. (mm/alalam)
Baca juga: