Gaza, LiputanIslam.com – Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid memastikan Israel “tidak akan aman, tidak akan menjadi negara yang bermoral, juga tidak akan memenangi perang kecuali orang-orang yang diculik (ditawan oleh pejuang Gaza) kembali.”
Lapid mengatakan demikian pada hari Ahad (5/11), bersamaan dengan pernyataan kontroversial Menteri Warisan Budaya Israel, Amichai Eliyahu, bahwa menjatuhkan bom nuklir di Gaza adalah solusi yang mungkin.
Amichai menyebutkan bahwa Jalur Gaza tidak boleh dibiarkan begitu saja, dan Israel harus membangun kembali pemukiman di sana.
Menanggapi Amichai, Lapid menyerukan pemecatannya dari pemerintah, dan menyebutnya sebagai “pernyataan yang mengejutkan dan gila dari menteri yang tidak bertanggung jawab. Pernyataan tersebut merugikan keluarga korban penculikan.”
Lapid menilai pernyataan itu “merugikan masyarakat Israel dan merugikan kedudukan internasional kami.”
“Kehadiran ekstremis di pemerintahan menempatkan kami dalam bahaya,” sambungnya.
Israel melanjutkan agresinya terhadap Gaza selama 30 hari, membom rumah, sekolah, rumah sakit dan masjid, yang menyebabkan kematian lebih dari 9.770 warga Palestina, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, selain melukai 24 ribu orang, menghancurkan seluruh lingkungan, dan menggusur sebagian besar penduduk.
Selama lebih dari seminggu, Israel telah melakukan operasi darat di Gaza, namun Israel menderita kerugian besar di tangan anggota perlawanan, dengan lebih dari 30 tentara dan perwiranya tewas, dan 260 orang terluka dievakuasi dari lapangan. (mm/aljazeera)
Baca juga: