Gaza, LiputanIslam.com – Pasukan pendudukan Israel pada Ahad malam (5/11) melakukan pembantaian yang mengerikan dan belum pernah terjadi sebelumnya di Jalur Gaza, dengan membom area sekitar rumah sakit dan daerah pemukiman bersamaan dengan aksinya memutus layanan internet dan komunikasi di Jalur Gaza untuk ketiga kalinya sejak dimulainya agresi terhadap Gaza.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan bahwa pemboman yang dilakukan Israel secara intensif telah menyebabkan pembantaian di daerah pusat Jalur Gaza.
Sebuah sumber medis mengumumkan kedatangan 300 syuhada dan korban luka di Rumah Sakit Al-Shifa saja.
Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Gaza menerima 15 syuhada dan puluhan orang luka-luka.
Pemerintah di Gaza mengumumkan bahwa Jalur Gaza menjadi sasaran pemboman hebat Israel di sekitar semua rumah sakit, termasuk komplek Medis Al-Shifa, sebelah barat Kota Gaza.
Dilaporkan pula bahwa tentara Zionis mulai menerapkan ancamannya terhadap rumah sakit di Jalur Gaza, dan semua serangan Israel dalam beberapa jam terakhir menyasar lokasi sekitar rumah sakit.
Dalam waktu singkat, pasukan pendudukan melancarkan lebih dari 100 serangan, dan pemboman tersebut termasuk pelemparan bom ringan, bersamaan dengan terjadinya ledakan hebat di Gaza tengah dan terjadinya kebakaran di wilayah utaranya.
Kantor berita Prancis melaporkan bahwa Israel memutus jalur komunikasi internet dan telepon di Jalur Gaza pada Minggu malam, untuk ketiga kalinya sejak dimulainya agresi sebulan lalu.
Tak lama setelah pemutusan komunikasi itu, tentara Israel melancarkan pemboman besar-besaran di Kota Gaza dan wilayah lain di Jalur Gaza utara, dan terjadi ledakan yang sangat keras hingga suaranya terdengar dari Rafah di ujung selatan Jalur Gaza.
Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, “Kami kehilangan kontak dengan semua tim kami yang bekerja di Gaza.”
Sebelumnya, otoritas Gaza mengumumkan bahwa agresi Israel yang berlanjut sejak 7 Oktober telah mengakibatkan 9.770 orang Palestina syahid dan 24.000 orang terluka. Selama 24 jam terakhir, jumlah syuhada melebihi 240 orang. (mm/aljazeera)
Baca juga: