TelAviv, LiputanIslam.com – Situs-situs berita berbahasa Ibrani melaporkan bahwa kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon menggunakan roket berat tipe “Burkan” untuk membom situs Jal al-Alam di Israel, dan dengan demikian untuk pertama kalinya Hizbullah menggunakan senjata berat ini sejak dimulainya perang antara kedua pihak pada tanggal 8 Oktober 2023.
Dikutip Al-Nahar, Sabtu (4/110), media Israel melaporkan bahwa roket tersebut berkategori roket dengan hulu ledak berat yang mampu menyebabkan kerusakan besar, dan diluncurkan dalam jarak yang relatif pendek, seringkali hingga 10 kilometer, dan hubungan terbalik antara ukuran hulu ledak dan jarak pendek membuat roket ini mendapat gelar “Kelas Berat”.
#عاجل
إعلام عبري: "حزب الله" يستخدم صواريخ "بركان" الثقيلة لأول مرة منذ بدء الحرب لقصف موقع جل العلم… https://t.co/lx2iha9LJM pic.twitter.com/KdlBGHyTIY
— Annahar Al Arabi (@AnnaharAr) November 4, 2023
Menurut situs-situs berita Israel, untuk meningkatkan kerusakan yang ditimbulkan oleh roket itu ketika menghantam tanah, roket RAM biasanya terdiri dari laras peledak besar yang dihubungkan ke mesin roket yang relatif kecil, meskipun mesin tersebut tidak cukup kuat untuk mengirimkan hulu ledak pada kecepatan dan jangkauan yang besar. Hal ini memungkinkan penerbangan jarak pendek dan menyerang permukiman dan pangkalan yang dekat dengan perbatasan.
Roket Burkan dibuat di Suriah oleh Divisi 4, memiliki hulu ledak berkekuatan setengah ton TNT, dan diluncurkan dengan peluncur mortir. Roket ini di Suriah dinamai “Golan”, namun di Lebanon dinamai Burkan dan digunakan oleh Hizbullah untuk pertama kalinya dalam pertempuran melawan tentara Zionis Israel di dekat perbatasan antara Lebanon-Palestina pendudukan. (mm/alnahar/alhadath)
Baca juga: