NewYork, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan kejahatan perang yang terus dilakukan Israel di Jalur Gaza telah mengubah kawasan Timur Tengah menjadi “tong mesiu,” dan karena itu dia memperingatkan bahwa “apa pun bisa terjadi”.
Amir-Abdollahian yang berada di New York City untuk menghadiri pertemuan darurat Majelis Umum PBB mengenai Palestina menyatakan demikian dalam wawancara dengan radio publik Amerika NPR yang disiarkan pada hari Jumat (27/10).
Pernyataan itu merupakan peringatan ketika rezim Israel terus membombardir Jalur Gaza sehingga menambah kesengsaraan penduduk yang terblokade selama 17 tahun.
Korban jiwa akibat serangan udara Israel di Gaza sejak 7 Oktober telah melampaui 7.000 orang. Israel juga memberlakukan blokade total terhadap Gaza sehingga jutaan orang kehilangan makanan, bahan bakar, air dan listrik.
Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa berbagai pihak di Timur Tengah tidak bisa tinggal diam ketika Israel terus membantai perempuan dan anak-anak di Gaza.
“Tetapi Anda tahu, situasinya masih rumit. Sulit bagi kawasan kami untuk menoleransi kenyataan bahwa 7.000 warga sipil telah terbunuh akibat pemboman rezim Israel. Ini adalah gambaran yang sekarang kita lihat di kawasan tersebut, dan karena kejahatan rezim Israel yang terus berlanjut, seluruh kawasan telah berubah menjadi tong mesiu,” terangnya.
Amir-Abdollahian mengatakan pembicaraannya dengan para pemimpin kubu perlawanan Palestina dan Lebanon dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa mereka “telah mengambil tindakan” dan siap mengambil keputusan sendiri untuk bertindak melawan rezim Israel dan sekutunya.
“Apa yang saya kumpulkan dari rencana yang mereka miliki, mereka sudah siap. Anda tahu, jauh lebih kuat dan lebih dalam dari apa yang Anda saksikan. Karena itu, saya yakin jika situasi ini terus berlanjut dan perempuan, anak-anak, serta warga sipil masih terbunuh di Gaza dan Tepi Barat, segala sesuatu akan mungkin terjadi,” terangnya.
Amir-Abdollahian mengatakan Iran melanjutkan upayanya untuk menghentikan konflik sesegera mungkin.
“Kami sebenarnya tidak ingin konflik ini meluas. Sebenarnya, kami menasihati semua orang dan mendorong mereka untuk bergerak menuju penghentian kejahatan perang sesegera mungkin,” ujarnya.
Dia mendesak AS, yang menurutnya menjalankan mesin perang Israel, untuk berhenti memberikan dukungan tanpa batas kepada rezim Zionis tersebut dan menghentikan kekejamannya.
“Kami mendorong AS untuk meninggalkan dukungan mutlaknya terhadap rezim Israel. Menurut informasi yang kami miliki di kawasan, sistem keamanan dan politik Israel telah runtuh total,” katanya.
“Saat ini, satu-satunya yang berfungsi di Israel adalah mesin perang mereka yang juga dijalankan dan dikendalikan serta dikelola oleh AS,” lanjutnya.
Dia mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu termotivasi untuk terus melanjutkan perang, karena berakhirnya perang berarti berakhirnya kabinetnya sendiri.
“Jika serangan dan perang berhenti, maka dia akan jatuh dalam waktu kurang dari dua hari,” tuturnya. (mm/presstv/raialyoum)
Baca juga: