Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian, mengumumkan kesiapan para pemimpin Hamas untuk membebaskan tahanan sipil Israel, serta kesiapan Teheran, Ankara, dan Doha untuk memainkan peran dalam pekerjaan kemanusiaan yang sangat penting ini, sementara tanggung jawab ada pada Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk berupaya membebaskan 6.000 tahanan Palestina dari penjara Israel.
“Mencegah eskalasi permasalahan di Palestina adalah tanggung jawab internasional, terutama mengingat kondisi dunia yang sedang bergejolak saat ini. Iran, sebagai kelanjutan dari upaya yang telah dilakukan belakanganini, siap untuk memainkan peran yang lebih serius di bidang ini,” ungkap Amir-Abdollahian, Kamis (26/10).
Dia menambahkan, “Iran memainkan peran besar dalam menyebarkan perdamaian dan keamanan, dan negaranya tidak akan tinggal diam berpangku tangan jika genosida warga Palestina terus berlanjut.”
Menteri Luar Negeri Iran menegaskan, “Memberikan bantuan kepada agresor dalam bentuk senjata dan dana berarti ikut serta dalam kejahatan-kejahatan ini, yang harus membuat mereka bertanggung jawab di tingkat internasional.”
Dia memperingatkan agar tidak “melakukan terlalu jauh dalam memberikan bantuan kepada Israel, karena memperparah agresi terhadap Gaza dan Tepi Barat.”
Amir-Abdullahian menekankan bahwa “normalisasi apa pun dengan Israel pasti akan gagal,” dan bahwa “perkembangan terkini di Palestina membuktikan bahwa hasil normalisasi dengan Tel Aviv tidak bisa berupa pengingkaran terhadap hak-hak rakyat Palestina.”
Dia menekankan “kesiapan Iran untuk memainkan peran serius dalam menyebarkan perdamaian dan keamanan di Asia Barat (Timur Tengah).”
Dia juga memperingatkan, “Dengan berlanjutnya agresi terhadap Gaza, kami tidak akan bisa menghentikan senjata, dan Asia Barat adalah wilayah kami, dan kami tidak akan menggampangkan atau menahan diri jika berkenaan dengan keamanan kami.”
Mengenai aksi Hamas, Amir-Abdollahian menjelaskan, “Menurut hukum internasional, apa yang dilakukan Hamas adalah sah dan merupakan hak yang mengakar untuk membela diri melawan rezim pendudukan. Operasi Badai Al-Aqsa adalah respons terhadap kejahatan pendudukan selama 75 tahun.”
Dia juga mengatakan, “AS dan negara-negara Eropa mendukung pembunuhan sekitar 7.000 warga sipil dalam waktu kurang dari tiga minggu di Gaza dan Tepi Barat.” (mm/raialyoum)
Baca juga: