Teheran, LiputanIslam.com – Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Laksamana Muda Ali Fadavi menyatakan bahwa kelompok-kelompok pejuang Palestina kini mengandalkan peralatan militer yang dikembangkan secara lokal untuk memenuhi kebutuhan bela negaranya.
Dalam rpidato pada pertemuan mahasiswa di Universitas Teheran, Senin (23/10), Fadavi mengatakan Iran telah mendukung Palestina sejak kemenangan Revolusi Islam pada tahun 1979, namun menolak laporan bahwa Teheran telah memberikan rudal dan senjata kepada kelompok-kelompok pejuang Palestina dalam perang yang terjadi belakangan.
Fadavi memastikan para pejuang Palestina telah mandiri dan dapat meningkatkan peralatan militer mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Dia menambahkan bahwa Badai Al-Aqsa yang dilancarkan oleh faksi-faksi resistensi Palestina telah “membuat Israel terkejut”.
Fadavi juga menyatakan bahwa sistem pertahanan rudal Kubah Besi milik rezim Israel kembali terbukti gagal.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Mohammad Reza Ashtiani dalam percakapan telepon dengan sejawatnya dari Suriah Ali Mahmoud Abbas, Senin, mengutuk Israel yang dia sebut telah melanggar seluruh aturan perang dan HAM. Dia mengatakan bahwa serangan Israel terhadap Jalur Gaza sama saja dengan bunuh diri politik rezim Zionis.
Menurutnya, Israel sedang berusaha membalas kegagalan operasional dan intelijen yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan membunuh warga sipil Palestina yang tidak bersalah.
Ashtiani menyatakan bahwa Israel tidak mengenal batas dalam agresinya terhadap rakyat Gaza, dan itu dilakukan dengan lampu hijau dan dukungan Amerika Serikat dan sekutu Baratnya.
Dia juga memuji pencapaian besar yang dicapai oleh kubu pejuang Palestina dalam Operasi Badai Al-Aqsa. Dia menilai mereka telah mengungkap karakteristik Israel yang sebenarnya kepada dunia.
Mengenai percakapan telepon yang dia lakukan dengan sejawatnya dari Irak, Thabet Al-Abbas, pada hari Jumat, Ashtiani menambahkan penolakan tegas pemerintah Suriah dan Irak terhadap normalisasi hubungan dengan Israel dapat menjadi model bagi negara-negara Arab yang berupaya menormalisasi hubungannya dengan Israel.(mm/fna)
Baca juga:
Menlu Iran: Lewat Surat, AS Nyatakan Tak Ingin Perluas Perang di Timur Tengah
Korban Gugur di Gaza Capai Lebih dari 5000 Orang, Hampir Separuhnya Anak Kecil