Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian kembali memperingatkan Rezim Zionis Israel dan pendukung besarnya, Amerika Serikat (AS), mengenai konsekuensi buruk aksi Israel melanjutkan genosida warga Palestina di Jalur Gaza.
“Wilayah ini sekarang menjadi gudang mesiu dan setiap kesalahan perhitungan, genosida, dan pemindahan paksa orang-orang di Gaza dapat berdampak baik bagi kawasan maupun bagi para penghasut perang,” tegas Amir-Abdollahian dalam konferensi pers bersama dengan sejawatnya dari Afrika Selatan Naledi Pandor di Teheran, Ahad (22/10).
Dia mengatakan bahwa dalam tindakan yang tergesa-gesa, Presiden AS Joe Biden melakukan perjalanan ke Tel Aviv dan membela rezim yang membunuh warga sipil dan menjatuhkan bom di rumah sakit dan kawasan pemukiman.
Amir-Abdollahian menegaskan bahwa Washington sekarang terlibat dalam “perang proksi” di Gaza.
“Saya memperingatkan AS dan Rezim Zionis bahwa setiap saat akan ada kemungkinan jika mereka tidak segera menghentikan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza,” sambungnya.
Dia mengatakan para penghasut perang akan menjadi pihak yang menderita jika keadaan menjadi tidak terkendali.
Israel memulai perang terhadap Gaza pada 7 Oktober setelah Hamas melancarkan Operasi Badai Al-Aqsa sebagai tanggapan atas kampanye Israel untuk pertumpahan darah rakyat Palestina. Israel menyerang gedung-gedung dan rumah-rumah yang berpenghuni.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, serangan Israel di Gaza sejauh ini telah mengakibatkan kematian lebih dari 4.650 warga Palestina, termasuk lebih dari 1.870 anak-anak, setidaknya 1.000 wanita, dan hampir 200 orang lanjut usia. Selain itu, lebih dari 14.000 orang juga terluka sejak dimulainya agresi Israel. (mm/presstv)
Baca juga: