LiputanIslam.com – Di tengah pergolakan Gaza, Palestina, kubu Zionis Israel kembali menyampaikan berbagai narasi pembelaan atas berbagai tindakan jahat mereka. Liputan Islam menemukan sejumlah falasi (kesalahan berpikir) pada berbagai narasi pembelaan Zionis tersebut.
Mulai hari ini, Liputan Islam akan menampilkan sejumlah narasi Zionis yang mengandung falasi tersebut. Misalnya, ada narasi yang menyatakan”
“Kalau saya jadi orang Palestina, saya tak akan berani mengusik Israel yang memiliki kekuatan militer luar biasa canggih. Mengusik Israel itu seperti mengganggu preman yang sedang tidur nyaman. Wajar saja Israel mengamuk. PREMAN kok diganggu! Yang bener saja!”
Narasi tersebut disampaikan untuk menyalahkan tindakan para pejuang Palestina (HAMAS) yang melawan Israel. Jadi, menurut mereka, para pejuang HAMAS telah bertindak bodoh tanpa logika saat menyerang Israel yang memang sangat kuat dan bersenjata lebih lengkap. Dan akibat kesalahan para pejuang Palestina tersebut, warga sipil yang menjadi korban.
Narasi seperti ini mengandung kesalahan berpikir, berupa simplifikasi sebab, seakan-akan, penyebab terjadinya persitiwa kekerasan atas bangsa Palestina itu sesuatu yang tunggal, yaitu serangan pejuang HAMAS. Padahal, penyebab sebuah peristiwa tak pernah tunggal.
Sebenarnya, di balik narasi pembelaan Zionis tersebut, tersimpan pengakuan bahwa Zionis Israel itu adalah preman yang ketika diusik sedikit saja, mereka akan mengamuk. Karenanya, yang menjadi sebab terjadinya tindakan kekerasan atas bangsa Palestina bukan saja adanya aksi serangan para pejuang HAMAS, melainkan adanya Israel dengan segala watak preman yang jahat dan kejam mereka. Bahkan, watak preman Israel inilah yang menjadi sebab utama tragedi yang saat ini sedang berlangsung di Gaza. (os)