Teheran, LiputanIslam.com – Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Baqeri mengatakan negara-negara regional Timur Tengah harus mencegah pengiriman senjata dan peralatan militer dari pangkalan Amerika Serikat (AS) di kawasan ini ke wilayah Palestina pendudukan (Israel).
Dalam panggilan telepon dengan Menteri Pertahanan Qatar Khalid bin Mohamed Al-Attiyah pada hari Kamis (19), Baqeri menyebut AS terlibat dalam kejahatan rezim Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Dia menegaskan bahwa faksi-faksi pejuang Palestina berhak membela diri terhadap agresi Israel, dan bahwa pertempuran pejuang Palestina baru-baru ini tak lain merupakan respon terhadap penindasan Israel atas rakyat Palestina dan penodaan rezim penjajah ini terhadap tempat-tempat suci, khususnya Masjid al-Aqsa.
Dia mengecam diamnya umat Islam yang “tidak dapat dibenarkan” terhadap kejahatan rezim Israel, dan memperingatkan bahwa faksi-faksi pejuang akan merespon jika tindakan biadab tersebut terus berlanjut.
Dalam percakapan telepon itu, Baqeri dan Al-Attiyah juga menekankan pentingnya peningkatan kerja sama bilateral untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan mendesak kepada masyarakat di Gaza.
Israel melancarkan perang di Gaza pada 7 Oktober setelah kelompok pejuang Hamas melancarkan serangan mendadak bersandi Operasi Badai Al-Aqsa terhadap kaum Zionis
Korban gugur akibat agresi brutal Israel di Gaza telah mencapai sekira 3.500 orang, sementara korban luka sekira 13.000 orang.
Dalam percakapan telepon dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Mayjen Baqeri mengatakan operasi kelompok perlawanan Palestina sejalan dengan hak sah mereka untuk membela diri dan melawan pendudukan Israel serta 70 tahun penindasan dan kekejaman rezim Israel terhadap bangsa Palestina.
Baqeri menyatakan prihatinan atas berlanjutnya pelanggaran yang meluas terhadap warga sipil, dan mengatakan, “Perilaku biadab seperti itu tidak akan ditoleransi, dan pemerintah yang independen harus menunjukkan reaksi yang serius.”
Dia juga menegaskan, “Berlanjutnya kejahatan rezim Zionis serta dukungan dan bantuan langsung yang diberikan oleh beberapa negara semakin memperumit situasi dan dapat menyebabkan keterlibatan pihak lain.”
Menteri Pertahanan Rusia mengatakan Moskow mengambil sikap yang jelas dan menyerukan gencatan senjata dan pencegahan kerugian terhadap warga sipil.
Shoigu menambahkan, inisiatif Rusia terhadap krisis yang sedang berlangsung berakhir dengan kegagalan di Dewan Keamanan PBB karena adanya tentangan dari beberapa negara Barat.
Dalam pembicaraan telepon mereka, para pejabat senior militer Iran dan Rusia sepakat untuk meningkatkan kerja sama yang bertujuan mengirimkan bantuan kepada rakyat Palestina. (mm/fna)
Baca juga: