TelAviv, LiputanIslam.com – Sumber-sumber media melaporkan bahwa sebuah pesawat AS yang mengangkut senjata dan peralatan militer ke Israel telah mendarat di pangkalan militer Navatim.
Hal ini terjadi setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan negaranya akan memberi Israel sistem militer, termasuk amunisi dan rudal pencegat, untuk mengisi kembali stok rudal dari sistem pertahanan udara Kubah Besi Israel.
Tentara Israel pada pada Selasa malam (10/10) mengumumkan kedatangan pesawat pertama yang membawa amunisi canggih AS ke Israel.
Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, kepada media Arab mengatakan, “Sebuah pesawat yang memuat amunisi modern dan canggih AS mendarat di pangkalan udara Nevatim malam ini. Amunisi ini dialokasikan untuk memungkinkan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) mengarahkan serangan nyata dan mempersiapkan skenario lain.”
Dia menambahkan: “Kami berterima kasih atas dukungan AS terhadap Israel pada umumnya dan IDF pada khususnya selama periode yang kompleks ini.”
Kapal induk USS Gerald Ford tiba di Mediterania timur, sementara perang antara Israel dan Palestina memasuki hari keempat.
Kapal induk AS Gerald Ford tiba di Mediterania timur, dan seorang pakar Mesir mengomentari pesan jelas Mesir-Iran kepada Israel mengenai perangnya di Gaza.
Militer AS dalam sebuah statemennya menyatakan, “Kapal induk USS Gerald Ford tiba di Mediterania timur untuk menghalangi pihak mana pun yang berupaya memperburuk situasi atau memperluas zona konflik.”
The Wall Street Journal melaporkan bahwa AS mungkin mengerahkan kapal induk kedua di dekat Israel, dan bahwa hal ini terjadi di tengah meningkatnya upaya militer AS untuk “mencegah kekuatan regional mana pun” untuk campur tangan dalam perang antara Hamas dan Israel.
Surat kabar itu menyebutkan bahwa kapal induk USS Dwight Eisenhower dan kapal-kapal pendampingnya diperkirakan tiba di Timur Tengah dalam waktu dua minggu. (mm/raialyoum)
Baca juga: