Teheran, LiputanIslam.com – Sebuah peswat nirawak atau drone milik Angkatan Bersenjata Iran telah mengawasi kapal perang Amerika Serikat (AS) selama sekitar 24 jam di Samudera Hindia.
Drone tipe Ababil-5 pada hari Rabu (4/10) dilaporkan telah melakukan operasi pemantauan terhadap kapal perusak kelas Arleigh Burke AS di bagian utara perairan tersebut.
Drone itu lepas landas dari pangkalan yang terletak di pulau Jask di Iran selatan dan melesat untuk menjalankan misi pengawasan serta pengambilan gambar kapal AS tersebut.
Drone kelas Ababil sulit dideteksi oleh peralatan pengintai karena bodinya mampu menyerap sinyal radar.
Pesawat ini dapat membawa hingga enam rudal serangan dengan hulu berdaya ledak tinggi.
Ababil-5 adalah salah satu drone yang saat ini dikerahkan oleh Angkatan Bersenjata Iran sebagai bagian dari latihan drone yang berlangsung di seluruh wilayah negara ini. Manuver ini sedang dilakukan dengan menggunakan ratusan drone pengintai dan tempur yang canggih.
Ini bukan pertama kalinya drone Iran berhasil mengambil gambar dan merekam aset militer AS yang berada di laut secara akurat.
Pada bulan April 2021, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran merilis rekaman yang sangat akurat dan dekat dari sebuah kapal induk AS yang diambil oleh drone IRGC di Teluk Persia.
Video yang direkam oleh skuadron drone yang terdiri atas empat unit itu memberikan rincian secara real-time dan sangat dekat dari setiap pesawat perang dan peralatan militer lainnya yang ada di dek kapal induk tersebut.
Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Jenderal Kenneth McKenzie, saat memberikan kesaksian di depan Kongres AS saat itu mengatakan bahwa meluasnya penggunaan drone oleh Iran berimplikasi pada bahwa AS beroperasi tanpa superioritas udara sepenuhnya untuk pertama kalinya sejak Perang Korea.
Pada tahun 2019, media Iran merilis rekaman berkualitas tinggi dan close-up yang menunjukkan drone pengintai Ababil-III milik IRGC terbang di atas kapal induk USS Dwight D. Eisenhower di Teluk Persia. (mm/fna)