Sanaa, LiputanIslam.com – Kepala Dewan Tinggi Politik Yaman, Mahdi Al-Mashat, memastikan pihaknya akan membangun Yaman sebagai negara yang merdeka, bebas, independen dan tanpa dikte asing.
Dia menyebut darah para martir yang gugur di medan perang selama sembilan tahun melawan agresi Arab Saudi dan negara-negara sekutunya merupakan spirit bagi revolusi Yaman dan jalan menuju kebebasan dan kemerdekaan.
Al-Mashat menegaskan hal itu dalam pertemuannya dengan anak-anak para martir di Sanaa, ibu kota Yaman, Senin (25/9), di mana dia juga menekankan kembali keharusan mengikuti jejak para martir agar kemenangan penuh tercapai.
“Darah para martir adalah bahan bakar revolusi kita melawan korupsi, dan pengorbanan ini mewajibkan kita untuk menjaga nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang mereka perjuangkan dengan jiwa mereka,” tuturnya.
Dia menambahkan, “Kita menerima ancaman dari banyak negara, tapi kita mengatakan kepada mereka; ‘Kami adalah (penghuni) negeri para syuhada. Kami telah berikrar untuk berwilayat kepada Allah, Rasul-Nya dan para pemimpin pembawa petunjuk, maka lakukan apapun yang kalian kehendaki!’
Al-Mashat lantas menegaskan bahwa jika musuh bertindak konyol maka para pejuang Yaman akan menghadapinya dengan sepenuh kekuatan.
“Kita akan membangun negara yang merdeka, bebas, tanpa dikte dari luar, dan dari arah manapun di dunia,” tegasnya.
Dia berterima kasih kepada lembaga terkait yang telah mempedulikan anak-anak para martir Yaman, sembari menegaskan bahwa pemerintah Yaman bertanggungjawab atas mereka dan cita-cita mereka. (mm/alalam)
Baca juga: