Teheran, LiputanIslam.com – Komandan Angkatan Udara Iran mengatakan bahwa satu skuadron jet tempur Kowsar yang diproduksi di dalam negeri akan bergabung dengan Angkatan Udara (AU) Iran.
Hal tersebut disampaikan Panglima AU Republik Islam Iran (IRIAF) Brigjen Hamid Vahedi dalam upacara peringatan HUT Operasi Kaman 99 yang dilakukan AU Iran pada 22-23 September 1980 melawan agresi militer rezim diktator Irak mendiang Saddam Hossein.
“Dalam operasi itu, lebih dari 300 pesawat lepas landas dan 140 di antaranya memasuki wilayah udara Irak dan mencapai sasaran yang direncanakan. Selain itu, dalam operasi Al-Walid (H3), pesawat tempur AU melakukan pengisian bahan bakar sebanyak tiga kali untuk mencapai jarak terjauh target di Irak barat,” katanya.
Menurut komandan IRIAF, rezimIrak kehilangan lebih dari 60 pesawat di darat dalam operasi tersebut.
Vahedi menjelaskan, “Sebelum revolusi, kami tidak dapat mengakses pesawat terbang dan pekerjaan teknis kami hanyalah sebatas mengganti suku cadang, namun mereka sekarang di AU dan rekan-rekan kami di Kementerian Pertahanan, telah memasuki bidang pembuatan pesawat terbang. ”
Dia menambahkan, “Satu skuadron pesawat Saeqeh (buatan dalam negeri) telah dibangun dan merupakan pesawat yang sangat bagus. Saat ini pembangunan pesawat Kowsar sebagai jet predator dan bomber sedang dalam tahap akhir dan kedepannya satu skuadron pesawat ini akan bergabung dengan Angkatan Udara.”
Vahedi juga menyebutkan, “Pesawat kami termasuk generasi ketiga, namun telah diperbarui dengan perubahan yang dilakukan oleh pakar AU. Kami telah melakukan perubahan besar pada sistem radar dan sistem pengeboman pesawat agar pesawat kami mutakhir dan kini AU siap sepenuhnya membela negara.”
Mengenaikan perbaikan menyeluruh pesawat di dalam negeri, dia mengatakan: “Memperbaiki pesawat adalah kerja keras dan dalam proses ini seluruh bagian pesawat dibuka dan diperiksa sehingga setelah proses ini pesawat baru dapat digunakan, siap untuk kembali ke siklus operasional. Semua pesawat Angkatan Udara disiapkan dan diperbaharui oleh staf Angkatan Udara dan teknisi Departemen Pertahanan.” (mm/fna/alalam)