Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan Iran Mohammadreza Ashtiani, Senin (18/9), menekankan bahwa Iran tidak akan memperkenankan kehadiran pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di kawasan dan tidak akan menerima perubahan apa pun dalam geopolitik kawasan.
Ashtiani mengatakan hal itu terkait dengan masalah intervensi AS dalam konflik Armenia dan Azerbaijan serta spekulasi yang muncul terkait masuknya pasukan NATO di kawasan sekitar.
Dia menyatakan bahwa Iran tidak akan pernah menerima campur tangan pihak luar dalam permasalahan di kawasan.
“Upaya kita adalah menyelesaikan masalah ini sendiri melalui interaksi antara negara-negara di kawasan ini,” ujar Ashtiani.
Mengenai memanasnya lagi konflik antara Armenia dan Azerbaijan belakangan ini serta kehadiran pasukan Iran di perbatasan dengan dua negara tersebut, dia menegaskan, “Kami tidak menerima perubahan apa pun dalam geopolitik kawasan.”
Ashtiani menambahkan, “Kami menjaga hubungan dan interaksi kami dengan Armenia dan Azerbaijan, dan negara-negara ini adalah tetangga dan saudara kami, kami berusaha membantu menyelesaikan masalah mereka.”
Sementara itu, terkait isu lain, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri di hari yang sama mengatakan sejumlah negara besar berupaya membeli senjata Iran.
“Iran telah menjadi kekuatan drone yang mampu bersaing dengan negara-negara besar di dunia,” ujarnya.
Dia juga mengatakan kekuatan rudal balistik Iran tergolong kekuatan tertinggi di dunia, dan ini merupakan salah satu pencapaian dengan spirit era Pertahanan Suci, yaitu spirit pertahanan melawan agresi Irak di era diktator Saddam Hossein pada tahun 1980-1988. (mm/mna)
Baca juga: