Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Keamanan Iran, Ismail Al-Khatib, menyatakan pukulan negaranya terhadap Israel melebihi pukulan rezim Zionis ini terhadap Iran dalam perang terselubung antara keduanya pada tahun lalu.
Dilaporkan Tasnim, Jumat (15/9), Al-Khatib dalam sebuah wawancara televisi menjelaskan bahwa serangan itu tak terduga oleh Israel, dan dilakukan oleh kubu resistensi yang didukung Iran justru dengan memanfaatkan dan merekrut orang-orang Yahudi yang tinggal di Israel (Palestina pendudukan 1948).
Al-Khatib juga mengatakan, “Mendukung kubu resistensi adalah tugas semua organisasi dan juga negara di kawasan, karena kehadiran entitas menjijikkan ini (Israel) di kawasan menimbulkan bahaya bagi semua negara dan menyebabkan destabilisasi keamanan.”
Dia kemudian menuturkan, “Pukulan besar Iran terhadap Israel melampaui pukulan Israel terhadap Iran yang dilakukan dengan cara menunggangi aksi kerusuhan yang terjadi di Teheran pada tahun lalu dan dengan mengandalkan dunia maya dan media namun pada akhirnya tidak membuahkan hasil apapun.”
Pada pertengahan September 2022, Iran dilanda gelombang protes menyusul kematian perempuan muda bersuku Kurdi, Mahsa Amini, di kantor polisi, di mana dia ditahan oleh apa yang disebut “polisi moral” karena “mengenakan jilbab secara tidak pantas.”
Pihak polisi menyatakan Amini menderita penyakit kesehatan yang menyebabkan kematiannya, ketika dia sedang menunggu bersama orang lain di kantor polisi moral tempat dia dipindahkan, namun pihak keluarga Amini mengatakan bahwa dia tidak menderita masalah kesehatan, dan menuduh polisi telah menyiksanya.
Beberapa rekaman video CCTV yang disiarkan oleh otoritas Iran jelas-jelas menunjukkan bahwa Amini terjatuh ketika tampak dalam kondisi bugar di tengah banyak orang di orang ruang antre, dan kemudian segera dilarikan ke rumah sakit tempat dia dua hari kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.
Alhasil, peristiwa itu kemudian memicu gelombang protes selama beberapa waktu. Iran menyatakan bahwa Israel dan negara-negara Barat pendudukungnya berada di balik gelombang protes yang melanda berbagai wilayah Iran.
Otoritas Iran menangkap sejumlah warga negara asing dengan tuduhan terlibat dalam provokasi dan aksi pengacauan keamanan selama terjadi gelombang protes. (mm/tasnim)
Baca juga: