Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menilai dunia mulai bertransformasi bersamaan dengan semakin melemahnya kekuatan-kekuatan arogan dunia, termasuk Amerika Serikat (AS).
“Kekuatan arogan Amerika dan beberapa negara Eropa telah melemah dan akan semakin melemah,” katanya dalam pertemuan dengan ribuan orang dari provinsi Sistan dan Baluchestan serta Khorasan Selatan di Teheran, Senin (11/9).
Dia menyebut AS berusaha menyulut perpecahan etnis dan sektarian di Iran dengan tujuan menciptakan krisis di negara republik Islam ini.
“Informasi yang kami peroleh menunjukkan bahwa pemerintah Amerika telah membentuk kelompok krisis dengan misi mencari poin-poin yang menurut mereka dapat digunakan untuk memprovokasi krisis di Iran.
“Dengan kontemplasi dan kajian, mereka menyimpulkan bahwa ada beberapa titik krisis di Iran: perbedaan etnis, perbedaan agama, dan isu gender dan perempuan, yang harus diprovokasi untuk menciptakan krisis,” terangnya.
“Ini adalah program Amerika, namun ibarat unta memimpikan benih kapas,” imbuh Ayatollah Khamenei, mengutip pepatah terkenal Persia untuk menunjukkan khayalan.
Pemimpin berserban hitam sebagai tanda keturunan Nabi Muhammad saw ini mengatakan, “Musuh serius dalam permusuhan dan perencanaannya, namun kita juga sangat serius dalam menghadapi musuh… Musuh telah menargetkan dua hal mendasar; satu adalah persatuan nasional, yang lainnya adalah keamanan nasional, dan kita harus melawan rencana musuh ini.”
Dia menekan bahwa persatuan berarti bahwa perbedaan agama, politik, kelompok, dan etnis harus dikesampingkan jika kepentingan bangsa dipertaruhkan.
Ayatullah Khamenei menilai perubahan besar sedang terjadi di dunia, dan negara-negara di kawasan tidak boleh bersikap acuh tak acuh, seperti yang terjadi pada masa kolonial, atau pasca Perang Dunia I.
“Jalur utama transformasi ini ada beberapa hal: Pertama, melemahnya kekuatan arogan dunia. Kekuatan arogan Amerika semakin melemah dan melemah. Hal utama lainnya dalam evolusi ini adalah munculnya kekuatan regional dan global baru.
“Mereka sendiri mengatakan bahwa indikator kekuatan Amerika di dunia, termasuk perekonomian, sedang menurun. Salah satu indikator terpenting kekuatan Amerika adalah kuatnya perekonomian Amerika; mereka mengatakan skalanya menurun.”
Dia menyebutkan bahwa hal lainnya adalah kemungkinan AS melakukan campur tangan di negara lain.
“Amerika campur tangan dalam berbagai pemerintahan, namun kondisinya kini semakin menurun. Saat ini, Amerika harus menciptakan perang gabungan untuk menyerang pemerintah yang ingin mereka serang, dan hal ini sangat merugikan Amerika, dan pada akhirnya tidak akan berhasil,” tuturnya.
Pemimpin Besar Iran menyebut kegagalan Amerika di Suriah dan hengkangnya mereka secara memalukan dari Afghanistan sebagai dua contoh nyata kemunduran kekuatan AS.
Mengenai kemunduran Eropa, dia menilai situasinya juga tidak lebih baik.
“Anda mendengar akhir-akhir ini bagaimana negara-negara Afrika yang berada di bawah pengaruh Perancis bangkit menentangnya satu demi satu,” ungkapnya.
“Kekuatan-kekuatan Barat, yang dipimpin oleh Amerika dan kemudian Eropa, tidak memiliki kekuatan yang sama saat ini, mereka melemah dan kelemahan ini semakin meningkat. Hari demi hari, kekuatan-kekuatan baru bermunculan; ini adalah perubahan global yang besar,” sambungnya.
Namun demikian, dia memperingatkan bahwa meski melemah, Barat masih bisa membuat rencana serta bertindak agresif dan ofensif.
“Mereka sibuk merencanakan, kita tidak boleh tidur, kita tidak boleh lalai,” tegasnya.
Ayatullah Khamenei memastikan bahwa AS memiliki rencana kotor bukan hanya terhadap Iran, melainkan juga berbagai negara lain seperti Irak, Suriah, Lebanon, Yaman, Afghanistan dan bahkan untuk negara-negara Teluk Persia, yang merupakan teman lama dan tradisional AS. (mm/presstv/alalam)
Baca juga:
IRGC: Israel Tak Akan Berdaya Melawan Rudal Hipersonik Iran
Israel Mengancam akan Meneror “Pejabat Tertinggi“ Iran