AlQuds, LiputanIslam.com – Direktur dinas rahasia Israel Mossad David Barnea mengancam akan meneror pejabat tertinggi di Iran karena negara republik Islam ini dinilainya selalu mengusik dan menimbulkan ancaman bagi Israel.
Pada pidatonya di Konferensi Kontra-Terorisme Internasional di Universitas Reichman, Ahad (10/9), dia mengklaim bahwa pihaknya dan badan intelijen lainnya telah menggagalkan 27 “rencana teror Iran” terhadap Israel di hampir setiap benua sepanjang tahun ini.
Dia mengaku bahwa dirinya dan para sekutunya punya andil dalam memblokir kesepakatan senjata Rusia-Iran, yang bisa menyebabkan Iran mendapatkan senjata yang lebih canggih.
“Faktor pertama yang memicu ego Iran yang berlebihan adalah bantuan yang diberikan kepada Rusia melalui penjualan UAV. Kami tahu bahwa Iran juga berencana menjual rudal jarak pendek dan jarak jauh ke Rusia, namun kesepakatan ini telah dilarang,” ujarnya.
Barnea menambahkan, “Saya merasa bahwa lebih banyak kesepakatan akan segera dilarang. Kami khawatir Rusia akan memenuhi permintaan Iran untuk memasok senjata dan bahan mentah yang akan membahayakan Israel.”
Dia kemudian melontarkan ancama bahwa Israel siap untuk “menetapkan harga dari pejabat tertinggi di jantung Iran,” jika perlu, demi membela Israel dari serangan dan ancaman Iran.
Dia menyebutkan bahwa proksi adalah cara Iran untuk menyembunyikan “wajah terorisnya”, namun Teheran berada di balik segalanya: aksi teroris, logistik, uang, dan dukungan, yang semuanya di bawah perintah dari atas.
Barnea juga bersumbar bahwa “Iran tidak akan pernah mendapatkan senjata nuklir.” Dia juga mengecam kesepakatan AS dengan Iran, yang memungkinkan pengembalian aset miliaran dolar yang telah dibekukan sebagai bagian dari sanksi nuklir, untuk menjamin pembebasan lima orang sandera Amerika.
Menurutnya, Iran masih belum menjawab tuntutan pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) atau menjawab pertanyaan penyelidikan atas pelanggaran nuklir terlarang yang dilakukan Teheran.
Mengenai normalisasi hubungan antara Iran dan Arab Saudi, Barnea mengatakan bahwa kesepakatan Iran dengan Saudi hanya bersifat sementara, dan keduanya tetap akan kembali bermusuhan. (mm/ti)
Baca juga: