Karbala, LiputanIslam.com – Menandai peringatan Arba’in Al-Husain, makam-makam suci di Karbala disesaki oleh jutaan peziarah dari dalam dan luar negeri yang datang demi menghidupkan suatu peringatan dalam panorama yang berulang dan membesar dari tahun ke tahun.
Demikian dilaporkan oleh saluran berita Al-Alam, Selasa (5/9), sembari menyebutkan bahwa para peziarah membanjiri tanah suci serta makam Imam Husain ra dan makam adiknya, Abu Fadhl Abbas.
Arba’in Husaini, yang merupakan hari peringatan 40 hari kesyahiran cucunda Nabi Muhammad saw pada tahun 61 Hijriah/680 Masehi, telah sekian lama menjadi fenomena long march dan pertemuan manusia dalam jumlah kolosal dan terbesar di dunia.
Pada hari itu, ribuan mawkib (kelompok posko) menyebar di sepanjang jalur di mana puluhan juta peziarah dari berbagai provinsi Irak dan pelbagai penjuru dunia mengalir mengalir menuju makam Imam Husain ra dan adilnya, Abu Fadhl Abbas ra di kota Karbala.
Reporter Al-Alam melaporkan jumlah peziarah selama lebih dari 15 hari tercatat lebih dari 25 juta orang, dan sebanyak lebih dari 25.000 personel keamanan dikerahkan dari pihak tentara, polisi federal, dan pasukan relawan Al-Hashd Al-Shaabi untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para peziarah.
Di komplek makam suci Imam Husain ra dan Abu Fadh Abbas, pos pemeriksaan dibagi menjadi tiga lapis yang mengitari komplek. Penerbangan tentara Irak juga berkontribusi dalam menjamin perlindungan wilayah udara kota ini, dan terdapat lebih dari 5.000 relawan juga turut berpartisipasi memberikan berbagai bentuk pelayanan.
Menteri Dalam Negeri Irak Abdul Amir Al-Shammari mengatakan bahwa pergeakan arus balik para peziarah berjalan lancar meskipun jumlah peziarah mencapai rekor tertinggi, dan meskipun banyak di antara mereka telah pulang ke daerah dan negara masing-masing setelah berziarah, demi memberi kesempatan kepada saudara-saudara mereka sesama peziarah yang datang menyusul.
Menteri Dalam Negeri Iran Ahmad Vahedi menyatakan sebanyak dua juta peziarah Iran sejauh ini telah pulang, dan sebanyak lebih dari 3,8 juta telah berziarah ke tempat-tempat suci di Irak sejauh ini.
Para peziarah Imam Husain ra juga mengusung berbagai isu penting umat Islam. Menanggapi maraknya aksi penistaan kitab suci Al-Quran yang didukung oleh rezim-rezim Barat, beberapa mawkib (semacam kelompok posko) di Karbala membentangkan tulisan ayat-ayat suci Al-Quran berukuran raksasa demi menegaskan keteguhan dan pembelaan mereka atas kesucian dan simbol-simbol keagamaan mereka.
Pada long march Arba’in tahun ini, sebagaimana tahun sebelumnya, juga didirikan Maukib Nida’ Al-Aqsa (Panggilan Al-Aqsa) di jalur pejalan kaki yang membentang dari kota Najaf ke kota Karbala.
Mawkib Nida’ Al-Aqsa didirikan sebagai bentuk penegasan atas dukungan dan kepedulian para peziarah kepada isu-isu Palestina dan Al-Quds. Puluhan ulama dan tokoh dari berbagai mazhab dan afiliasi politik dan bahkan agama turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan mawkib ini.
Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Brigjen Esmail Qaani telah berkunjung Mawkib Nida’ Al-Aqsa dan meninjau berbagai informasi yang disediakan untuk para peziarah mengenai berbagai pelanggaran entitas dan rezim okupasi Israel terhadap bangsa Palestina.
Pada kesempatan itu, Qaani juga telah berdiskusi dengan para ulama yang ada di mawkib tersebut mengenai kaitan antara isu Palestina dan semangat kebangkitan Imam Husain ra. (mm/alalam)