Teheran, LiputanIslam.com – Wakil Komandan Angkatan Pertahanan Udara Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Alireza Elhami, Ahad (3/9), menyatakan bahwa drone buatan negara ini pada berbagai kesempatan terpisah telah menghadapi dan memperingatkan beberapa beberapa drone jenis negara musuhnya, Amerika Serikat (AS).
Dia menyebutkan bahwa drone Karrar telah beberapa kali memaksa drone pengintai RQ-4 dan pesawat patroli dan pengawasan maritim P-8 A Poseidon milik Angkatan Laut AS untuk mengubah arah dan menjauh dari wilayah udara Iran di Teluk Persia, Selat Hormuz dan Laut Oman.
“Sejumlah pesawat militer asing ingin menguji kemampuan pertahanan udara Iran dengan mengubah ketinggian jelajahnya, tanpa mengetahui bahwa Karrar, yang mengandalkan mesin buatan dalam negeri, dapat terbang di atas pesawat tersebut,” ujar Elhami, sembari menyebutkan bahwa Karrar dilengkapi dengan sistem radar yang canggih.
Karrar, yang dikembangkan oleh Perusahaan Industri Manufaktur Pesawat Iran (HESA), adalah salah satu generasi baru kendaraan udara militer Iran yang dikonfigurasi untuk mencegat benda terbang musuh.
Sementara itu, Wakil Komandan Angkatan Laut Wilayah II Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigjen Haidar Honaryan Mojarrad , menyatakan bahwa Angkatan Laut IRGC melakukan parade maritim tak jauh dari keberadaan pasukan AS di Persia, bertepatan dengan hari perjuangan melawan kolonialisme Inggris, yang juga merupakan peringatan gugurnya Rais Ali Dilawari dalam perjuangan melawan Inggris. (mm/fna/alalam)
Baca juga: