DeirEzzor, LiputanIslam.com – Konflik dan kontak senjata antara kelompok-kelompok suku Arab dan kelompok militan Kurdi di aliansi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dilaporkan menyebar di Suriah.
Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa anggota suku Arab di Suriah sempat menguasai setidaknya dua desa di provinsi barat laut Aleppo, sebagai bentuk solidaritas mereka terhadap sesama anggota suku Arab yang memerangi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di bagian timur laut Suriah.
Namun, para anggota suku tersebut kemudian mundur dari desa-desa tersebut setelah mendapat serangan hebat dan serangan udara pasukan Rusia.
SDF mengendalikan zona semi-otonom yang dikuasai Kurdi di timur laut Suriah, yang mencakup sebagian besar provinsi Deir Az Zor dan membentang hingga beberapa bagian Aleppo di barat laut.
Anggota suku Arab yang berpartisipasi dalam pertempuran di Aleppo bermarkas di wilayah yang berada di bawah kendali oposisi Suriah di Aleppo dan provinsi Idlib, namun beberapa berasal dari Deir Az Zor sebelum mengungsi dalam perang.
Tiga desa telah dibebaskan, dan dua desa berada di bawah kendali anggota suku di utara kota Manbij di pedesaan timur Aleppo, sebelum mereka mundur.
SDF adalah aliansi suku Arab dan militan Kurdi yang tergabung dalam Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) yang didukung Amerika Serikat.
Namun ketegangan antara suku tersebut dan militan Kurdi yang memimpin SDF meningkat menjadi kekerasan pada hari Minggu lalu ketika kepala Dewan Militer Deir Az Zor, sebuah kelompok bersenjata Arab lokal yang berafiliasi dengan SDF, ditangkap oleh SDF. Hal ini memicu pertempuran yang terjadi sejak saat itu dan telah menewaskan puluhan orang. (mm/aljazeera)