Beirut, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian dalam kunjungannya ke Lebanon usai kunjungan ke Suriah telah mengadakan pertemuan panjang dengan para pemimpin dua faksi pejungan Palestina, Hamas dan Jihad Islam di Beirut, Kamis (31/8).
Kedua belah pihak dalam pertemuan itu menekankan keharusan pembebasan Palestina dari pendudukan kaum Zionis Israel.
Kepada para pemimpin kubu resistensi Palestina itu Amir-Abdollahian memastikan negaranya masih berkomitmen mendukung kepada resistensi bangsa Palestina dan perjuangan pembebasan Palestina.
Dia juga mengutip pernyataan Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei yang menekankan keharusan menyokong orang-orang Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat di mana Rezim Zionis terus menebar kekerasan sejak pelantikan kabinet sayap kanan yang dipimpinnya oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Di pihak lain, para petinggi faksi-faksi pejuang Palestina menyatakan bahwa mereka memandang perlawanan sebagai pilihan strategis bagi bangsa Palestina.
“Tidak akan ada jalan mundur dari operasi perlawanan di Tepi Barat,” tegas mereka, sembari menyebut operasi itu sebagai “prioritas.”
Pada bulan Juni, Iran menjadi tuan rumah bagi delegasi pejabat kubu resistensi yang berbasis di Jalur Gaza, termasuk Sekretaris Jenderal Jihad Islam Ziad al-Nakhala. Delegasi itu sendiri dipimpin oleh Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh.
Para tokoh Palestina tersebut saat itu juga mengadakan pertemuan dengan Ayatullah Khamenei serta sejumlah pejabat Iran lain.
Saat bertemu dengan Haniyeh, Ayatullah Khamenei memuji pencapaian luar biasa kubu resistensi Palestina dan pengorbanan para pemuda Palestina di wilayah pendudukan. Dia mengatakan bahwa Tepi Barat adalah tempat di mana Rezim Zionis Israel akan bertekuk lutut.
Ayatollah Khamenei juga bertemu dengan Nakhala, mengucapkan selamat atas kemenangan Jihad Islam melawan rezim Israe ldalam perang terbaru Tel Aviv di Gaza.
Dia mengatakan, “Musuh Zionis sekarang berada dalam posisi pasif, dan keadaan ini menunjukkan bahwa kelompok-kelompok resistensi dan Jihad Islam telah mengenali jalan ke depan dengan benar, dan menempuh jalan ini dengan hati-hati.”
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian dalam kunjungan ke Suriah sebelum ke Lebanon mengutuk kontinyuitas agresi Israel terhadap Suriah, dan memastikan bahwa Suriah akan memberikan tanggapan yang tegas dan keras terhadap Israel.
Dalam konferensi pers bersama dengan sejawatnya dari Suriah, Faisal al-Mekdad, di Damaskus pada hari Rabu (30/8), Amir Abdollahian menegaskan, “Aktivitas kriminal rezim Zionis yang menargetkan Suriah tidak akan dibiarkan begitu saja.”
Dia juga mendesak Amerika Serikat menarik tentaranya keluar dari Suriah.
Teheran dan Damaskus sama-sama memperingatkan adanya upaya AS dan sekutunya untuk merekonsolidasi kawanan teroris di Suriah guna mencapai tujuan mereka. (mm/raialyoum/presstv/fna)
Baca juga: