Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei memuji akses dan keanggotaan negaranya dalam Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) serta kelompok negara-negara berkembang BRICS sebagai pencapaian luar biasa bagi Teheran.
Dalam pertemuan dengan Presiden Sayid Ebrahim Raisi dan anggota kabinetnya di Teheran, Rabu (30/8), Ayatullah Khamenei mengapresiasi pemerintahan Raisi atas pencapaian kebijakan luar negerinya, termasuk dalam menerapkan kebijakan rukun bertetangga dan bergabung dengan organisasi-organisasi internasional.
“Kebijakan rukun bertetangga harus dijalankan dengan penuh semangat. Kita tidak boleh berkonflik dengan negara tetangga kita…. Setiap konflik harus diubah menjadi kerja sama. Hal ini bisa dilakukan, dan hingga batas tertentu sudah dilakukan,” ungkapnya.
Dia menyebut keanggotaan Iran di SCO dan kelompok negara berkembang BRICS sebagai dua pencapaian besar dalam kurun waktu singkat.
“Keanggotaan dalam dua perjanjian internasional yang penting dalam waktu singkat merupakan sebuah keberhasilan besar,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan semakin besarnya pengaruh Iran sehingga “para pembuat perjanjian internasional ini bersedia – dan terkadang bersikeras – untuk memasukkan negara kita tercinta di antara mereka”.
Mengenai sanksi Barat terhadap Iran, Ayatullah Khamenei menyebutnya sebagai upaya menyandera mata pencaharian masyarakat.
“Sebagian besar sanksi ditujukan untuk menyandera mata pencaharian masyarakat,” tuturnya, sembari menyerukan upaya untuk “menetralisir” sanksi itu selain melakukan negosiasi untuk menghentikannya.
Pada awal Juli, Iran secara resmi menjadi anggota penuh SCO, yang mencakup 40 persen populasi dunia dan 28 persen produk domestik bruto (PDB) global.
SCO adalah organisasi politik, ekonomi, keamanan dan pertahanan Asia Tengah, yang merupakan organisasi regional terbesar di dunia dalam hal cakupan geografis dan populasi.
Perusahaan ini didirikan oleh Tiongkok, Rusia, Uzbekistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Tajikistan pada tahun 2001, dan saat ini merupakan pasar regional terbesar di dunia dengan delapan anggota resmi, dan tiga negara pengamat. India dan Pakistan menjadi anggota tetap SCO pada tahun 2017.
Iran semula juga menyandang status pengamat di organisasi tersebut, dan pada pertengahan September 2022, Teheran menandatangani Memorandum Kewajiban untuk menjadi anggota tetap SCO.
Pada hari terakhir pertemuan puncak kelompok BRICS pekan lalu, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengumumkan Iran termasuk di antara enam negara yang diundang untuk bergabung dengan blok kuat tersebut sebagai anggota baru tahun depan.
BRICS sebelumnya hanya melakukan satu kali ekspansi pada tahun 2010, ketika Afrika Selatan bergabung dengan organisasi tersebut. Pengakuan itu dilakukan tanpa prasyarat apa pun.
Negara-negara BRICS saat ini mencakup 40% populasi dunia dan hampir sepertiga perekonomian global.
Kelompok ini menyebut dirinya sebagai alternatif terhadap lembaga-lembaga internasional yang didominasi negara-negara Barat, dan menekankan bahwa pendekatan mereka lebih mencerminkan dunia multipolar yang sedang berkembang. (mm/fna)
Baca juga: