Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan bahwa prosesi atau pawai Arba’in yang diikuti jutaan orang dari berbagai penjuru dunia setiap tahun untuk menandai peringatan hari ke-40 setelah kesyahidan Imam Husain ra, melambangkan perjuangan melawan penindasan dan perjuangan untuk kebebasan sehingga menjadi pemandangan yang menakutkan bagi musuh.
“Sebagai salah satu perkumpulan umat terbesar di dunia, pawai Arba’in mewakili sebuah gerakan kolosal, mulia dan mendalam, yang setiap tahunnya mempertemukan jutaan umat Islam dari seluruh dunia dengan berbagai kebangsaan, ras dan bahasa untuk memperingati kesyahidan Imam Hussein,” tulis Amir-Abdollahian dalam pesan yang diterbitkan di surat kabar Irak al-Zora dan al-Sabaah, Selasa (29/8).
Dia menyebutkan bahwa keimanan pada agama, kepada Tuhan, etika, keadilan, pembelaan terhadap kaum tertindas, kedekatan dengan negara-negara Muslim, perlawanan terhadap arogansi, dan pembentukan umat Islam yang bersatu adalah beberapa hal mendasar dalam prosesi Arba’in.
Amir-Abdollahian juga menyebut Arba’in sebagai jalan cahaya yang membangkitkan kemarahan musuh-musuh Islam.
“Sangat jelas bahwa musuh-musuh Islam, terutama Rezim Zionis, takut akan solidaritas dan kebesaran tersebut, dan mencoba dengan berbagai cara untuk mengobarkan perselisihan di kalangan umat Islam dengan menabuh genderang perselisihan dan mempromosikan ide-ide ekstremis di negeri-negeri Islam. Permusuhan ini memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat di kawasan untuk menghadapi ideologi jahat tersebut,” ungkapnya.
Menteri Luar Negeri Iran menyinggung sikap media yang berafiliasi dengan kekuatan dominan sehingga memilih untuk mengabaikan peristiwa besar global ini, atau hanya menyiarkan adegan singkat upacara berkabung, dan bahkan menampilkan narasi palsu tentang sekte tertentu yang mencoba mendapatkan hegemoni geopolitik atas sekte lain.
“Semua ini menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap pengaruh Arba’in Imam Husein (AS) dalam memberikan identitas pada tubuh masyarakat Islam,” tegasnya.
Arba’in menyatukan jutaan orang dari seluruh dunia, yang melakukan perjalanan sejauh 80 kilometer antara kota suci Najaf dan Karbala, tempat mereka berziarah ke makam Imam Husain.
Tahun lalu, juru bicara pemerintah Iran mengatakan lebih dari tiga juta peziarah Iran berbondong-bondong ke negara tetangganya, Irak, untuk berpartisipasi dalam peringatan Arba’in. Angka tersebut merupakan rekor baru.
Imam Hussein ra, cucunda Nabi Muhammad saw, dan 72 sahabatnya gugur syahid dalam apa yang dikenal luas sebagai Tragedi Asyura yang terjadi pada tahun 61 H/ 680 M, yaitu ketika dia dan sejumlah kecil pengikut setianya, termasuk beberapa anggota keluarganya, bangkit melawan pasukan penguasa lalim Yazid bin Muawiyah dari Bani Umayyah. (mm/presstv)
Baca juga:
Peziarah Arbain Al-Husain Mulai Mengalir dari Berbagai Negara Menuju Karbala
Iran dan Irak Sepakati Perlucutan Senjata dan Relokasi Pemberontak Kurdi