Jericho, LiputanIslam.com – Pasukan Zionis Israel kembali menebar maut dan membunuh dua warga Palestina dalam serangan di sebuah kamp pengungsi di kota Jericho di Tepi Barat.
“Dua pemuda dilarikan ke rumah sakit dengan peluru di dada mereka,” kata direktur Rumah Sakit Jericho kepada Reuters, Selasa (15/8).
Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan bahwa Qusay al-Walaji , 16 tahun, dan Mohammed Nujoom, 25 tahun, ditembak di dada oleh pasukan Israel “dalam serangan di Jericho pada dini hari ini.” Serangan ini menjadi peristiwa mematikan pertama dalam beberapa bulan terakhir di Jericho.
Penduduk di daerah itu mengatakan terjadi kontak senjata orang Palestina dengan pasukan Israel, tetapi tidak diketahui apakah kedua pria yang terbunuh itu terlibat dalam kontak senjata. Serbuan pasukan berlangsung kurang dari satu jam.
Kekerasan di Tepi Barat memburuk selama beberapa bulan terakhir di tengah penggerebekan pasukan Israel di kamp-kamp pengungsi di wilayah tersebut, serangan mematikan oleh pemukim Yahudi di desa-desa Palestina dan serangan jalanan Palestina terhadap warga Israel.
AFP melaporkan terbunuhnya dua orang di Jericho membuat jumlah warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel sepanjang tahun ini bertambah menjadi 216 orang.
Sekitar 28 warga Israel, satu Ukraina dan satu Italia juga tewas, menurut penghitungan AFP yang dikumpulkan dari sumber resmi di kedua sisi.
Militer Israel tidak segera menanggapi permintaan AFP untuk mengomentari pembunuhan terbaru.
Sementara itu, Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, bersumpah akan membalas Israel setelah pasukan rezim Zionis ini dalam peristiwa terbaru menembak mati dua pemuda Palestina dan melukai beberapa lainnya.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa, juru bicara Hamas Abdul Latif al-Qanoua mengatakan, “Musuh Zionis akan membayar harga yang sangat mahal.”
Dia menambahkan, “Kematian dua pemuda Palestina ini menambah kejahatan lain pada catatan hak asasi manusia yang suram dan kekejaman yang dilakukan oleh rezim zionis ekstremis pendudukan.”
Dia juga menegaskan bahwa entitas Zionis “pasti akan membayar kejahatannya terhadap bangsa Palestina. Semua kejahatan Israel tidak akan mematahkan tekad dan kepatuhan rakyat Palestina untuk memperjuangkan pembebasan wilayah pendudukan.” (mm/aljazeera/presstv)
Baca juga: