TelAviv, LiputanIslam.com – Rezim Zionis Israel menolak gagasan pengadaan basis diplomatik di kota Al-Quds (Yerussalemen) yang diajukan oleh utusan Arab Saudi untuk Palestina, yang baru-baru ini menyerahkan mandatnya kepada Otoritas Palestina (PA).
Menurut kantor berita Palestina Wafa, penasihat diplomatik Presiden Palestina Mahmoud Abbas Majdi al-Khalidi menerima salinan surat kepercayaan Duta Besar Nayef al-Sudairi sebagai utusan non-residen di Yordania pada hari Sabtu (12/8).
Menanggapi perkembangan tersebut, Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen pada hari Ahad (13/8) mengatakan bahwa rezim Tel Aviv tidak akan mengizinkan pembukaan misi diplomatik Saudi di al-Quds.
“Ini (Al-Sudairi) bisa menjadi delegasi yang akan bertemu dengan perwakilan di Otoritas Palestina,” kata Cohen.
Dia menambahkan, “Kami tidak akan mengizinkan pembukaan misi diplomatik apa pun di Yerussalem. Apakah akan ada pejabat yang secara fisik duduk di al-Quds? Ini tidak akan kami izinkan.”
Israel mengklaim menduduki al-Quds sebagai ibu kotanya sendiri, status yang diakui oleh Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump pada tahun 2017, namun ditolak oleh negara-negara lain di dunia. Otoritas Israel melarang aktivitas diplomatik Palestina di kota itu.
Para pejabat Palestina telah menyambut duta besar pertama Arab Saudi. Duta Besar Palestina untuk Riyadh, Bassam Al-Agha, menyebut penunjukan al-Sudairi sebagai penegasan Saudi atas kenegaraan Palestina dan “penolakan atas apa yang telah diumumkan oleh mantan Presiden AS Trump”.
“Ini berarti kelanjutan dari pendirian Arab Saudi,” tambah al-Agha
Penunjukan duta besar dilakukan di tengah laporan bahwa Saudi sedang mempertimbangkan prospek penjalinan hubungan diplomatik formal dengan Israel di bawah tekanan AS.
Bulan lalu, Presiden AS Joe Biden mengatakan kesepakatan mungkin akan tercapai setelah pembicaraan antara penasihat keamanan nasionalnya dengan pejabat Saudi di Jeddah yang bertujuan untuk memperbaiki hubungan antara Arab Saudi dan Israel.
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan juga telah mengunjungi Arab Saudi dan mengadakan pembicaraan dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Para pejabat AS sejak beberapa bulan lalu berusaha menengahi apa yang akan menjadi perjanjian bersejarah antara Israel dau Saudi, tapi Saudi sejauh ini tetap menolak.
Meskipun ada kunjungan pejabat tinggi AS, Menteri Luar Negeri Antony Blinken, ke Saudi dalam beberapa bulan terakhir, namun AS telah gagal mendapatkan jaminan apa pun dari sekutu Arabnya itu mengenai masalah normalisasi hubungan Riyadh dengan Tel Aviv. (mm/presstv)
Baca juga:
Hizbullah Pamerkan Sistem Rudal “Thar Allah”, Pejabat Iran; Israel Harus Musnah
Pasukan Zionis Bunuh Satu Pemuda Palestina dan Lukai Delapan Lainnya di Tepi Barat