Beirut, LiputanIslam.com – Saluran TV Al-Manar milik Hizbullah untuk pertama kalinya memamerkan adegan penggunaan sistem rudal “Thar Allah” dalam latihan senjata “anti-lapis baja”. Bersamaan dengan ini, seorang pejabat Iran melakukan tur ke perbatasan Lebanon-Israel (Palestina), dan di sana dia menegaskan bahwa Israel harus musnah.
Al-Manar dalam acara Panorama Kemenangan, Jumat (12/8), menayangkan video penggunaan sistem itu, yang menurut Hizbullah, merupakan platform ganda untuk peluru kendali.
Mengenai spesifikasi sistem ini, antara lain disebutkan bahwa Thar Allah merupakan senjata anti-lapis baja, dan dikhususkan untuk menembakkan rudal “Cornet”.
Sistem itu terdiri dari dua peluncur, memiliki akurasi dalam membidik dan menghancurkan beberapa target secara bersamaan, digunakan dalam penembakan siang dan malam, dan mudah bergerak dan bermanuver.
Sistem ini mulai dioperasikan oleh Hizbullah pada tahun 2015 dan menunjukkan hasil yang sangat baik dalam penggunaannya di beberapa medan.
Sementara itu, Ketua Komisi Politik dan Keamananan Nasional Dewan Syura Iran, Vahid Jalalzadeh bersama delegasi Dewan Distrik Maroun El-Ras, Lebanon, mendatangi daerah perbatasan Lebanon-Israel (Palestina pendudukan) serta melakukan pengamatan di berbagai lokasinya.
Hadir pula bersamanya di perbatasan beberapa tokoh dan aktivis Lebanon, terutama dari Hizbullah.
Situs berita Al-Ahed melaporkan bahwa dalam tur itu Vahidzadeh antara lain menyimak penjelasan detail dari salah seorang pejuang Hizbullah mengenai peran sebuah daerah perkebunan di Maroun El-Ras dalam perang Hizbullah melawan Israel pada tahun 2006.
Dikutip RT, Vahidzadeh mengatakan, “Kami berada di daerah yang diberkahi di Maroun El-Ras, di garis pertahanan pertama, di depan musuh keji, Zionis. “
Dia menambahkan, “Karena kami berada di titik perbatasan dengan Palestina pendudukan, maka kami ingin menyebutkan kepada Anda sekali pernyataan Imam Khomaini bahwa Israel harus musnah. Dan belakangan, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Imam Khamenei menyatakan bahwa entitas Zionis tidak akan berlanjut lebih dari 25 tahun lagi, dengan seizin Allah Swt.” (mm/raialyoum/almayadeen)