Beirut, LiputanIslam.com – Seorang pemuda Palestina gugur ditembak oleh polisi Israel yang sedang tidak bertugas setelah pemuda itu diduga melepaskan tembakan di permukiman ilegal Israel dan melukai sedikitnya enam orang, Selasa (1/8).
Penembakan terjadi di luar pusat perbelanjaan di pemukiman Israel Maale Adumim yang luas di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi pemuda Palestina itu bernama Mohannad al-Mazraa, 20 tahun, dari Azariya, kota terdekat di Tepi Barat.
Polisi Israel melaporkan bahwa pria bersenjata itu telah melepaskan tembakan ke segala arah, melukai beberapa orang, sebelum dia ditembak dan dibunuh oleh pasukan Israel.
Hamas, faksi yang memerintah Jalur Gaza sejak 2007, memuji serangan itu sebagai “heroik”, namun tidak mengklaim bertanggung jawab.
Menteri keamanan nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, tiba di lokasi tak lama setelah penembakan.
Sebelumnya pada hari Selasa, Ben-Gvir memimpin serangan di kompleks Masjid al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem) Timur bersama dengan puluhan pemukim Israel lainnya.
Konfrontasi antara Israel dan Palestina di Tepi Barat meningkat awal tahun lalu ketika Israel melancarkan serangan hampir setiap malam ke wilayah Palestina di Tepi Barat. Serangan Palestina terhadap Israel juga semakin intensif.
Lebih dari 200 warga Palestina gugur pada tahun ini di wilayah pendudukan Palestina dan Gaza, sementara di pihak Israel terdapat sedikitnya 26 orang tewas akibat serangan Palestina terhadap Israel dalam kurun waktu tersebut. (mm/aljazeera)
Baca juga: