Nazaret, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta Sekjan Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrallah, untuk tidak menjajal kemampuan tentara Israel.
Dikutip saluran TV 7 Israel, Ahad (30/7), Netanyahumengomentari ancaman Nasrallah terhadap Israel dengan mengatakan bahwa pemimpin kelompok pejuang yang berbasis di Lebanon selatan itu tidak seharusnya mencoba menguji Tel Aviv.
“Pada hari ujian, dia akan menemukan orang Israel berdiri bersama bahu membahu,” ujarnya.
Menurut saluran tersebut, Netanyahu mengaku tidak terkejut dengan pernyataan terbaru Sekjen Hizbullah, dan mengklaim bahwa Nasrallah tahu bahwa menguji Israel tidak akan menguntungkan bagi Nasrallah sendiri maupun bagi Libanon.
Di bagian lain pernyataannya, Netanyahu mengatakan bahwa negaranya akan bekerja untuk menghubungkan Arab Saudi dan Semenanjung Arab ke negaranya melalui jalur kereta api.
Surat kabar Israel Haaretz, Ahad, mengutip pernyataan Netanyahu mengenai apa yang dilaporkan di surat kabar AS tentang kemajuan negosiasi tentang kemungkinan kesepakatan dengan Arab Saudi, bahwa Israel akan dapat berkomunikasi dengan Arab Saudi dan Semenanjung Arab melalui kereta api.
Haaretz menyebutkan bahwa Netanyahu menyatakan demikian dengan latar belakang apa yang disebutkan dalam laporan AS mengenai kemajuan dalam pembicaraan AS-Saudi, dan upaya untuk maju di jalur normalisasi antara Israel dan Arab Saudi.
Presiden AS, Joe Biden, Sabtu lalu mengatakan, “Kesepakatan mungkin sedang dalam proses dengan Arab Saudi, setelah pembicaraan yang diadakan penasihat keamanan nasionalnya dengan pejabat Saudi di Jeddah dengan tujuan mencapai normalisasi hubungan antara kedua negara Saudi dan Israel.”
“Pemulihan hubungan mungkin sedang berlangsung,” lanjut Biden kepada kontributor kampanye pemilihannya kembali tahun 2024 di sebuah acara, tanpa memberikan rincian kesepakatan potensial. (mm/raialyoum)
Baca juga:
Pemimpin Hizbullah Kutuk Serangan Teror di Dekat Makam Sayidah Zainab, Suriah
Sekjen Jihad Islam: Hizbullah akan Ikut Bertempur Bersama Palestina Melawan Israel