Sidon, LiputanIslam.com – Sedikitnya enam orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka dalam bentrokan di kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon dekat kota pelabuhan selatan Sidon, kata pejabat Palestina.
Faksi Palestina Fatah dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad (30/7) mengkonfirmasi kematian komandan Ashraf al-Armouchi dan empat “rekannya” dalam “operasi keji” pihak lawan, namun laporan terbaru menyebutkan korban tewas bertambah menjadi enam orang, sementara korban luka 15 orang.
Dia mengutuk “kejahatan keji dan pengecut” yang bertujuan merusak “keamanan dan stabilitas” kamp-kamp Palestina di Lebanon.
Dikutip AP, seorang pejabat anonim Palestina mengatakan kontak senjata pecah di kamp Ein el-Hilweh setelah seorang pria bersenjata tak dikenal yang mencoba membunuh anggota kelompok bersenjata Mahmoud Khalil, malah membunuh temannya.
Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) menyebutkan jumlah korban tewas enam orang, sementara kantor berita Lebanon, NNA, melaporkan korban luka antara lain dua bocah kecil.
Tentara Lebanon dalam sebuah pernyataan menceritakan bahwa mortir menghantam barak militer di luar kamp dan melukai seorang tentara.
Ein el-Hilweh dikenal kerap diwarnai aksi pelanggaran hukum dan kekerasan.
PBB mengatakan sekitar 55.000 orang tinggal di kamp tersebut, yang didirikan pada tahun 1948 untuk menampung para pengungsi Palestina yang terusir oleh agresi pasukan Israel dalam Tragedi Nakba.
Pada hari Minggu, faksi-faksi di sana terlibat kontak senjata dan menggunakan senapan serbu dan peluncur granat berpeluncur roket dan granat tangan yang dilemparkan ke kamp ketika mobil ambulan yang meluncur melalui jalan-jalan sempitnya untuk membawa korban luka ke rumah sakit.
Pertempuran berhenti selama beberapa jam di pagi hari, meski media pemerintah mengatakan masih ada tembakan penembak jitu secara sporadis. Tapi pertempuran meletus lagi setelah terjadi pembunuhan jenderal Palestina dan pengawalnya.
Sejumlah warga di lingkungan Sidon dekat kamp itu terpaksa mengungsi dari rumah mereka saat peluru nyasar menghantam bangunan dan menghancurkan jendela serta etalase. Rumah Sakit Umum Sidon mengevakuasi staf dan pasiennya. (mm/aljazeera/alalam)
Baca juga: