Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman Sayid Abdul Malik Badruddin Al-Houthi menyerukan pemutusan hubungan politik dan ekonomi negara-negara Islam dengan Swedia, karena negara Eropa ini belakangan membiarkan aksi-aksi penistaan terhadap kitab suci Al-Quran.
Dalam pidato pada momen peringatan Asyura, Jumat (28/7), Al-Houthi mengatakan, “Jika sikap umat Islam tidak sampai pada tingkat ini, maka mereka mengabaikan kesucian mereka yang paling penting.”
Dia menambahkan, “Tindakan lobi Yahudi di negara-negara Barat, terutama pembakaran dan perobekan Al-Quran, adalah puncak ketidakpercayaan dan agresi terhadap Islam dan Muslim, dan hal terkecil yang dapat dilakukan Muslim adalah memutuskan hubungan dengan negara-negara yang membiarkan penodaan Al-Quran.”
Dia juga menyinggung isu Palestina dengan mengatakan, “Kami turut berusaha membebaskan Palestina dari musuh dalam kerja sama dan koordinasi dengan saudara-saudara kami di Palestina dan saudara-saudara kami di Poros Jihad dan Resistensi.”
Mengenai Yaman sendiri dia menyebutkan bahwa resistensi bangsa negara ini selama sembilan tahun perang dan blokade merupakan anugerah dari Allah Swt.
Dia lantas menegaskan, “Kami meminta koalisi agresor untuk mengakhiri agresi mereka dan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah tawanan dan rekonstruksi.”
Sayid Al-Houthi juga menyerukan kepada rakyat Yaman untuk menjaga kesiapan menghadapi musuh dan menyelamatkan negara dari ulah musuh.
Dia mengatakan bahwa Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib ra, yang kesyahidannya dikenang setiap tahun dalam peringatan Asyura, telah memberikan pelajaran resistensi yang terbaik kepada generasi demi generasi umat Islam. (mm/mna)
Baca juga: