
Kairo, LiputanIslam.com – Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Ziyad al-Nakhala, menyatakan bahwa kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis Lebanon akan menjadi bagian dari pertempuran jika terjadi perkembangan krusial di Palestina.
Dalam wawancara dengan saluran Al-Ghad, Mesir, Rabu (26/7), Ziyad Al-Nakhala mengatakan, “Ada lebih banyak persatuan di Tepi Barat daripada ruang komando bersama, dan kami berbagi senjata dan makanan dengan faksi-faksi. Kesatuan lapangan di Tepi Barat melampaui perselisihan politik, dan ketika kami mengusulkan persatuan lapangan, tujuan utamanya adalah persatuan arena Palestina. Pesan persatuan lapangan adalah bahwa rakyat Palestina bersatu di semua tempat kehadiran mereka.”
Al-Nakhala menambahkan, “Semuanya bekerja demi kerjasama kubu resistensi Palestina dengan Lebanon dan semua elemen resistensi di kawasan untuk sama-sama bekerja. Saya memperkirakan jika ada perkembangan (krusial) di Palestina, Hizbullah akan menjadi bagian dari pertempuran.”
Dia menuturkan, “Apa yang terjadi di Jenin adalah pertarungan harga diri bagi rakyat Palestina, dan kami bersama Hamas berkomunikasi untuk menindaklanjuti perkembangan situasi. Ada tindak lanjut dari apa yang terjadi di Jenin, dan kami merasakan kesiapan Hamas dan Hizbullah untuk memasuki pertempuran jika perlu.”
Al-Nakhala menjelaskan, “Hizbullah berada di lebih dari satu pertempuran, dan sejak dulu pun sudah menjadi bagian dari pertempuran meski (selama ini baru sebatas) teknis dan informasional, dan orang yang mengamati Hizbullah menemukan bahwa terkadang lebih Palestina daripada orang Palestina.”
Ziyad al-Nakhala menambahkan, “Kerja sama dan pertemuan dengan Hizbullah telah dibuka selama bertahun-tahun, dan tidak hanya dengan Jihad Islam… Palestina tidak akan jauh dari pertempuran bersama Hizbullah jika terjadi perang dari Israel.”
Al-Nakhala menambahkan, “Ada indikasi, meski sederhana, tentang kesatuan arena, termasuk penembakan rudal dari Lebanon.”
Sekjen PIJ melanjutkan, “Kami berada di satu front dengan Hamas. Kami dipertemukan berkat Islam, jihad dan Palestina. Kami tidak terkejut dengan situasi selama pertempuran persatuan arena.”
Ziyad al-Nakhala juga menyebutkan nama Iran dengan mengatakan,”Iran adalah sekutu strategis dan telah memberikan fasilitas untuk kami, dan ketika kami berbicara dengan Iran mengenai pertempuran, kamipun menghargainya. (Iran mengatakan;) ‘Kami mendukung semua orang yang memerangi Israel.’” (mm/rta)
Baca juga: