TelAviv, LiputanIslam.com – Media Israel melaporkan bahwa bentrokan terjadi antara pemukim Zionis dan polisi Israel di Tel Aviv, dalam aksi protes menentang amandemen peradilan, yang disetujui pada Senin pagi (24/7).
Disebutkan bahwa tiga warga Zionis terluka ketika ditabrak mobil di Jalan 531 di Tel Aviv, dan polisi menyeret sejumlah warga yang berdemonstrasi.
Polisi berkuda Israel menghadapi warga yang bergerak menuju gedung Mahkamah Agung di Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki dengan kuda.
Jumlah pemukim yang berdemonstrasi di Tel Aviv dan Al-Quds diperkirakan mencapai sekitar 172 ribu orang.
Unjuk rasa akbar itu terjadi setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pidatonya dan setelah unit perlindungan khusus dari layanan Shin Bet mengevakuasi pemukim Zionis dari sekitar rumah Netanyahu di Al-Quds .
Netanyahu dalam pidatonya mengatakan, “Tentara harus menjauh dari perselisihan politik apa pun.” Dengan itu dia berharap dapat mencapai kesepakatan komprehensif dengan kubu oposisi mengenai amandemen peradilan pada akhir November.
Dia menambahkan bahwa “tidak ada proposal penyelesaian yang diajukan selama penangguhan amandemen selama tiga bulan,” dan bahwa dia siap “membahas semuanya, segera.”
Netanyahu menambahkan,”Persetujuan untuk mengurangi argumen kewajaran adalah proses demokrasi yang diperlukan…. Dan Mahkamah Agung akan tetap independen.”
Sementara itu, pemimpin partai oposisi MK, Benny Gantz, menekankan bahwa “segala sesuatu harus dilakukan untuk memutar balik kemudi”, dan bahwa “semua yang terjadi akan dibatalkan.”
Dia juga menyebutkan bahwa “ini adalah hari yang berat bagi Israel karena kalah,” dan bahwa “siapa pun yang mengira dia menang hari ini akan segera menemukan bahwa ini adalah kesalahan strategis.” (mm/almayadeen)
Baca juga:
Pasukan Zionis Tembak Mati Satu Orang Palestina di Nablus dan Lukai Beberapa Lainnya
Hizbullah: Israel Bahkan Tak Sanggup Memindah Lebanon Kemah di Perbatasan