Teheran, LiputanIslam.com – Duta besar Swedia telah dipanggil di berbagai negara setelah aksi penistaan kita suci Al-Quran kembali terjadi di Swedia.
Aksi penodaan kitab suci umat Islam itu terjadi di Stockholm, ibu kota Swedia, Kamis (21/7), untuk kedua kalinya di mana sejumlah orang dalam sebuah aksi unjuk rasa menendang dan merusak beberapa buku yang mereka sebut sebagai Al-Quran.
Para pengunjuk rasa di Stockholm tidak jadi membakar Al-Quran seperti yang mereka ancam, tetapi peristiwa itu masih memicu aksi dari beberapa negara mayoritas Muslim.
Sebelumnya pada hari Kamis, kedutaan Swedia di Baghdad, ibu kota Irak, dibakar.
Aksi konyol di Stockholm itu direncanakan oleh Salwan Momika, seorang pengungsi Kristen Irak berusia 37 tahun di Swedia, yang juga telah membakar halaman-halaman Al-Quran pada 28 Juni 2023.
Berikut ini reaksi sejumlah negara terhadap peristiwa terbaru tersebut:
Iran
Kemenlu Iran memanggil duta besar Swedia di Teheran pada hari Kamis untuk “memprotes keras penodaan Al-Qur’an”.
Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian juga telah menulis surat kepada Sekjen PBB atas insiden tersebut.
Di negara republik Islam ini demonstrasi akbar juga diadakan di seantero negeri usai shalat Jumat.
Media Iran melaporkan bahwa jutaan orang Iran telah turun ke jalan di seluruh negeri usai shalat Jumat untuk menyuarakan kecaman keras mereka atas penodaan Al-Quran di Swedia.
Irak
Irak mengusir duta besar Swedia untuk negeri 1001 Malam ini pada hari Kamis. Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani juga menarik kembali kuasa usaha negaranya di Swedia dan menangguhkan izin kerja perusahaan telekomunikasi Swedia Ericsson di tanah Irak.
Kemenlu Irak juga mengutuk serangan terhadap kedutaan Swedia dan mengatakan akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Swedia jika insiden seperti itu terjadi lagi.
Arab Saudi
Arab Saudi memanggil kuasa usaha Swedia di Riyadh dan menyerahkan nota protes yang mencakup permintaan Kerajaan kepada otoritas Swedia untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan dan segera untuk menghentikan tindakan tercela yang melanggar semua ajaran agama, hukum, dan norma internasional.
Kemenlu Saudi mengecam dengan menyebut peristiwa itu sebagai “tindakan berulang dan tidak bertanggung jawab dari otoritas Swedia dengan memberikan izin resmi kepada beberapa ekstremis untuk membakar dan menodai Al-Quran, dalam perilaku yang merupakan provokasi sistematis terhadap perasaan jutaan Muslim di seluruh dunia.”
Kemenlu Saudi menegaskan, “Kerajaan (Saudi) menolak semua tindakan yang memicu kebencian antar agama dan membatasi dialog antar manusia.”
Yordania
Kerajaan Yordania melalui Kemenlunya pada hari Kamis mengutuk penodaan Al-Quran di Stockholm dan menyebutnya sebagai “aksi konyol yang mengobarkan kebencian, dan manifestasi Islamofobia yang memicu kekerasan dan penghinaan terhadap agama”.
Qatar
Qatar memanggil duta besar Swedia pada Jumat pagi, menyerahkan nota protes atas peristiwa di Stockholm.
Kemenlu Qatar menyatakan pihak berwenang Swedia harus mengambil “semua tindakan yang diperlukan untuk menghentikan tindakan memalukan ini”.
Turki
Turki mengutuk aksi di Swedia sebagai “serangan tercela” dan meminta Swedia untuk mengambil “langkah tegas untuk mencegah kejahatan rasial” terhadap Islam.
Uni Emirat Arab (UEA)
Uni Emirat Arab memanggil kuasa usaha Swedia untuk mengutuk keras kelanjutan dari izin pemerintah Swedia untuk penodaan terhadap Al-Quran.
Hizbullah di Libanon
Sekjen kelompok pejuang Hizbullah Lebanon, Hassan Nasrallah, meminta negara-negara Arab dan Muslim untuk mengikuti langkah Irak dan mengusir duta besar Swedia dari negara mereka.
Dia juga menyerukan demonstrasi diadakan setelah shalat Jumat, mengatakan bahwa “seluruh dunia harus melihat bagaimana kita mendekap Quran kita, dan seluruh dunia harus melihat bagaimana kita melindungi Quran kita dengan darah kita”.
Sebagaimana di Iran dan Irak, di Lebanon juga terjadi unjuk rasa akbar pada hari Jumat untuk menandai kutukan mereka terhadap izin otoritas Swedia untuk aksi penodaan Al-Quran.
Palestina
Izzat al-Rishq, anggota biro politik Hamas, mengutuk dengan menegaskan bahwa aksi keji di Swdia itu merupakan “pelanggaran terhadap semua hukum, adat istiadat, dan nilai-nilai ilahi yang menuntut penghormatan dan penghargaan.”
Al-Rishq menambahkan, “Tindakan ini tercela dan provokatif terhadap perasaan bangsa Islam di seluruh dunia, dan mengungkapkan rasisme yang menjijikkan serta ketidakseimbangan moral dan etika di antara mereka yang bertanggung jawab dan mereka yang memberikan perlindungan bagi mereka.” (mm/alalam/raialyoum/aljazeera)
Baca juga: