AlQuds, LiputanIslam.com – Media Israel menyatakan bahwa publik negara ilegal ini terganggu oleh aksi Hizbullah yang diam-diam telah merekam keberadaan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Herzi Halevi, di perbatasan utara, dan rekaman video itu kemudian dipublikasi oleh Hizbullah.
Media Israel menyebutkan bahwa sekarang perkaranya “baru sebatas pengarahan lensa kamera saja, bukan senjata”.
Koresponden Channel 12 Israel di utara, Guy Faron, mengatakan, “Hari ini, Hizbullah telah menarik kartu lain, dalam permainan yang telah dimainkan dalam beberapa minggu terakhir di perbatasan utara, dan telah menerbitkan video yang mendokumentasikan Kepala Staf tentara Israel dan komandan wilayah utara.”
Dia menambahkan bahwa hal itu merupakan pengingat “apa yang kita semua ketahui di utara, yaitu adanya keunggulan geografis” yang menguntungkan Hizbullah di bagian penting wilayah itu, yang dengannya mereka dapat mengusik semua pemukim di utara, atau melihat mereka, dan bukan hanya kepala staf, yang tiba dalam tur di pagar.”
Faron percaya bahwa masalah ini “adalah bagian dari perang psikologis, karena melalui itu mereka (Hizbullah) berkata kepada kita: Lihat, kami telah melihat Kepala Staf, dan kami memfokuskan lensa padanya dan komandan wilayah utara, dan kami bisa saja mengusik mereka, jika kita mau.”
Koresponden saluran TV Al-Manar milik Hizbullah di Lebanon selatan, Ali Shuaib, memublikasi sebuah video, melalui akun Twitternya, di mana dia mendokumentasikan kemunculan Helvi selama tur perbatasannya di situs Al-Abad, di seberang kota selatan Hula , didampingi oleh komandan wilayah utara dan komandan Divisi Galilea.
Hal ini terjadi manakala perbatasan Lebanon-Israel (Palestina pendudukan) dilanda eskalasi ketegangan akibat kontrinyuitas pelanggaran Israel di daerah tersebut. Juni lalu, orang-orang Lebanon dari bukit Kfar Shuba yang diduduki melepaskan kawat berduri yang ditempatkan oleh pasukan pendudukan Israel, dan menimbun terowongan yang telah dibangun pasukan Zionis itu di daerah tersebut.
Ketegangan juga meningkat antara Libanon dan Israel setelah yang pasukan Zionis melanggar bagian utara kota perbatasan Ghajar dengan melakukan tindakan-tindakan berbahaya, terutama membangun pagar kawat berduri dan membangun tembok beton di sekeliling kota itu, mirip dengan apa yang dilakukannya di perbatasan antara Libanon dan Israel.
Hizbullah segera menanggapinya dengan mendirikan dua tenda di dalam area Perkebunan Shebaa untuk menghadapi provokasi dan pelanggaran Israel di perbatasan Lebanon.
Beberapa hari lalu, pasukan Zionis melemparkan granat kejut dan menembakkan tiga peluru ke udara di dekat koresponden saluran NBN Lebanon, Hassan Fakih, saat dia melaporkan perihal agresi Juli 2006 di dekat pagar, di perbatasan pemukiman Metula dan Al-Hamus.
Para pemuda Lebanon menghancurkan kamera pengintai yang dipasang oleh tentara Zionis di atas pagar pemisah di Gerbang Fatima.
Kekhawatiran Israel terus meningkat terhadap membesarnya kekuatan militer Hizbullah, dan terjadi kecemasan di tengah publik Israel atas kemungkinan pecahnya perang di saat Israel dilanda gejolak dalam negeri.
Beberapa hari lalu media Israel berbicara mengenai membengkaknya kekuatan militer Hizbullah dalam jangka waktu 17 tahun, dan memastikan Israel tidak cukup siap untuk berkonfrontasi. (mm/raialyoum)