Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin Ansarullah Yaman Sayid Abdul Malik Badruddin Al-Houthi menegaskan bahwa bangsa negaranya akan terus melawan agresor penyerang dan berjuang mencapai pembebasan penuh dari cengkraman kekuatan tiran dan rogan.
Berbicara kepada bangsa Yaman pada kesempatan Tahun Baru Islam pada hari Rabu (19/7), Abdul Malik Al-Houthi mengatakan rakyat Yaman juga bertekad untuk meningkatkan kemampuan pertahanan mereka, dan untuk menjaga identitas agama dan kohesi internal mereka.
Al-Houthi menyesalkan agresor yang sekarang masih menjarah sumber daya minyak dan gas negara dan menganiaya rakyat Yaman melalui penerapan blokade mereka terhadap negara.
“Blokade adalah bagian dari agresi berkelanjutan terhadap Yaman,” ungkapnya.
Pemimpin Ansarullah mengatakan bahwa dukungan AS dan Inggris untuk koalisi penyerang merupakan salah satu alasan terpenting di balik invasi yang berkepanjangan terhadap Yaman.
Pemimpin Ansarullah juga menegaskan kembali solidaritas dengan semua faksi resistensi di kawasan Timur Tengah, khususnya Hizbullah Libanon.
Dia memastikan kembali dukungan solid Yaman untuk perlawanan rakyat Palestina terhadap Rezim Zionis Israel, serta mengecam dan menyebut normalisasi beberapa negara Arab dengan Israel sebagai tindakan munafik.
Lebih jauh, pemimpin Yaman itu juga menyebut AS, Israel dan sekutu mereka sebagai pembawa bendera arogansi dan tirani karena mereka berusaha menjauhkan masyarakat manusia dari perintah ilahi, demi memperbudak dan mengeksploitasi bangsa-bangsa lemah.
Dia menekankan bahwa umat Islam perlu mengambil tindakan serius dan memikul tanggung jawab mereka untuk menghadapi tirani dan arogansi untuk menyelamatkan diri dan bangsanya. (mm/presstv)