Istanbul, LiputanIslam.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Ankara belum menutup pintu negosiasi damai dengan Damaskus dan bahwa dia “terbuka” untuk pertemuan dengan sejawatnya dari Suriah, Bashar al-Assad, sebagai bagian dari upaya normalisasi antara kedua negara”.
”Kami dapat mengadakan pertemuan puncak empat pihak (dengan Suriah, Rusia dan Iran), dan saya juga terbuka untuk pertemuan dengan Assad. Yang penting di sini adalah pendekatan mereka terhadap kami,” kata Erdogan kepada wartawan di Bandara, Istanbul ,Turki, menjelang keberangkatannya untuk safari ke Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab, Senin (17/7).
Dia menekankan pihaknya tidak pernah “menutup pintu” untuk berdiskusi dengan pemerintah Suriah, namun menambahkan bahwa pihaknya juga tak dapat menerima syarat yang dikemukakan Damaskus untuk pertemuan demikian, yaitu penarikan penuh pasukan Turki dari wilayah di utara Suriah.
Mengesampingkan kemungkinan Turki menarik diri dari wilayah di Suriah utara, Erdogan mengklaim, “Kami memerangi terorisme di sana. Bagaimana kami bisa menarik diri ketika negara kami berada di bawah ancaman terus-menerus dari teroris di sepanjang perbatasan kami… Kami mengharapkan pendekatan yang adil.”
Awal tahun ini, Erdogan mengaku bisa jadi mengadakan pertemuan dengan Al-Assad sebagai bagian dari proses perdamaian baru, namun Al-Assad pada bulan Maret menyatakan tidak ada gunanya bertemu dengan Erdogan sebelum “pendudukan ilegal” Turki berakhir.
Turki memutuskan hubungannya dengan Suriah pada Maret 2012, setahun setelah Suriah dilanda pemberontakan dan terorisme militan yang didukung asing.
Sekarang, setelah lebih dari satu dekade, kedua negara bertetangga itu mengambil langkah menuju rekonsiliasi.
Pada Oktober 2019, Turki melanggar kedaulatan Suriah dengan mengerahkan pasukan di Suriah. Turki juga mengerahkan militan yang didukungnya ke Suriah timur laut setelah pasukan militer Turki melancarkan invasi dengan dalih untuk memukul mundur militan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) agar menjauh dari daerah perbatasan Suriah-Turki. (mm/presstv)
Baca juga: