Beirut, LiputanIslam.com – Media militer Hizbullah pada Ahad malam (16/7) merilis video berdurasi enam menit yang menyimulasikan serbuan kelompok pejuang yang berbasis di Lebanon ini ke ke posisi pasukan pendudukan Israel.
Video itu diliris di tengah suasana menyambut peringatan Kemenangan Juli 2006, dengan judul “Tak Ada Yang Mengalahkan Kamu”. Dalam video itu terlihat para pejuang Hizbullah mensimulasikan proses serbuan mereka ke sebuah posisi pasukan Zionis dan penguasaan mereka atasnya secara penuh serta pengibaran bendera Hizbullah di sana.
Video itu juga memperlihatkan simulasi pengancuran dan pemusnahan bangunan di lokasi itu.
Perilisan video itu dibarengi perilisan pesan dengan bunyi sebagai berikut;
Dengan Nama Allah Yang Pengasih lagi Maha Penyayang
إِن يَنصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ
“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu.” (QS. Ali Imran [3]: 160)
Di tengah suasana peringatan Kemenangan Suci Juli 2006, dan dengan panorama yang merefleksikan kekuatan, tekad, kesiapan dan rencana, kubu resistensi Islam menampilkan video berjudul “Tak Ada Yang Mengalahkan Kalian”, yang menyimulasikan tahapan-tahapan serbuan ke situs Zionis, penguasaan penuh para mujahidin atasnya, pengibaran bendera Hizbullah, hingga penghancuran situsZionis itu dan pengubahannya menjadi puing-puing yang mengubur pasukan pendudukan, dan pemusnahaannya.
Video itu dirilis juga di tengah ketegangan Hizbullah dengan Israel di perbatasan Lebanon-Israel (Palestina pendudukan) akibat pelanggaran dan provokasi Israel di daerah tersebut.
في أجواء ذكرى النصر في #حرب_تموز 2006، المقاومة الإسلامية #حزب_الله تعرض فاصلاً بعنوان "لا غالب لكم".#لا_غالب_لكم #لبنان #المقاومة_الإسلامية #النصر_يتعاظم pic.twitter.com/wLvavZhnGi
— قناة الميادين (@AlMayadeenNews) July 16, 2023
Pada Juni lalu, seorang warga negara Lebanon terluka oleh tabung gas air mata yang ditembakkan oleh tentara Israel ke penduduk di daerah tersebut, sementara tentara tentara Lebanon mengambil posisi tempur.
Saat itu, pasukan pendudukan Israel juga melakukan operasi buldoser di luar apa yang dikenal sebagai garis penarikan mundur pasukan Zionis di Kfar Chouba.
Dalam pidatonya pada hari Rabu lalu, Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menegaskan bahwa kemenangan Juli 2006 meletakkan dasar bagi persamaan deterensi yang masih ada hingga hari ini dan menyebabkan erosi deterensi Israel.
“Israel berusaha dengan segala cara untuk mencegah penguatan kubu resistensi di Lebanon tetapi tidak berhasil, terlepas dari semua keadaan,” ungkapnya.
Dia menekankan bahwa kemenangan Juli 2006 mengakhiri apa yang disebut proyek “Israel Raya”. (mm/almayadeen)