Teheran, LiputanIslam.com – Angkatan Laut (AL) Iran menyatakan Amerika Serikat (AS) sempat mengerahkan pasukannya di perairan Teluk Persia untuk mencegah penyitaan sebuah kapal yang menyelundupkan minyak Iran dalam insiden menegangkan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Komandan AL Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Laksamana Alireza Tangsiri, Sabtu (15/7), mengatakan, “Jet-jet tempur A-10 yang dikhususkan untuk keterlibatan jarak dekat telah melakukan tindakan yang sepenuhnya berbahaya dan tak profesional.”
Dikutip kantor berita Mehr milik Iran, dia menambahkan, “Setelah itu AS mengirim helikopter, drone, dan satu pesawat lain yang berawak ke lokasi kami memeriksa kapal itu, tapi pasukan kami tetap menyita kapal itu.”
Tangsiri juga mengatakan, “AS juga melakukan sebuah operasi lain dengan lima unit kapal tempur untuk membantu kapal pelanggar, tapi pasukan Iran tetap bersikukuh dan pasukan AS pun mendapat tamparan.”
Dia lantas menegaskan, “Sudah berlalu masa di mana mereka mengira bahwa jika mereka datang dengan kapal-kapal tempur mereka maka kami akan mundur.”
Sebelumnya di hari yang sama, AS mengumumkan “akan meningkatkan penggunaan pesawat tempurnya di sekitar Selat Hormuz untuk melindungi kapal dari Iran.”
Mengutip pernyataan seorang pejabat senior pertahanan AS, media negara ini menyebutkan, “AS akan mengirim pesawat tempur F-16 ke Teluk pada akhir minggu ini untuk memperkuat skuadron tempur serang A-10, yang telah berpatroli di wilayah tersebut sejak sekitar satu pekan.”
Pejabat pertahanan itu manambahkan, “Jet tempur F-16 akan melindungi kapal yang melewati jalur air, dan juga akan meningkatkan kehadiran militer AS di kawasan itu. Jet F-16 akan melindungi kapal yang melewati jalur air, dan juga akan meningkatkan kehadiran militer AS di kawasan itu.”
Dia mengatakan demikian beberapa hari setelah AL IRGC mengumumkan penahanan sebuah kapal tanker minyak asing yang mengangkut satu juta liter bahan bakar selundupan di Teluk Persia.
Laksamana Muda Ramazan Zir-Rahi, seorang komandan AL IRGC, menyebutkan bahwa kapal yang mendapat dukungan militer dari AS itu ditahan oleh pasukan angkatan laut IRGC pada hari Kamis (6/7).
Dia menjelaskan bahwa AL AS semula mencoba untuk campur tangan ketika pasukan AL IRGC bergerak untuk mencegat kapal tanker minyak yang terlibat dalam penyelundupan satu juta liter minyak dan gas Iran.
“Pada tanggal 6 Juli, pasukan zona kedua AL IRGC sedang memeriksa sebuah kapal dengan nama komersial NADA 2 yang terlibat dalam penyelundupan minyak dan gas Republik Islam (Iran) yang terorganisir di Teluk Persia, ketika AS memulai serangkaian tindakan tidak profesional dan berisiko untuk mencegah tindakan hukum ini, ”terangnya.
Perwira ALIRGC ini memastikan bahwa AS semula bersikukuh untuk mencegah penyitaan kapal penyusup.
“Dengan kewaspadaan, ketepatan, perilaku profesional, dan kekuatan AL IRGC, tindakan ilegal dan tidak profesional AS di Teluk Persia telah dihadapi dan berakitbat kegagalan dan keterhinaa mereka,” tandas Zir-Zahi.
Pada bulan Mei lalu, AL Iran mengumumkan telah menyita hingga 3,412 juta liter bahan bakar selundupan di perairan Iran selatan di Teluk Persia.
IRGC melakukan operasi sepanjang waktu di Teluk Persia, dan menggunakan peralatan mutakhir dalam sepak terjang mereka melawan penyelundupan. (mm/almayadeen/raialyoum)
Berita terkait: