Gaza, LiputanIslam.com – Sekretaris Jenderal Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) Ziad al-Nakhala menilai pertempuran baru-baru ini di kota Jenin, Tepi Barat, mendatangkan “era baru” di mana kubu pejuang Palestina unggul atas militer Israel.
Dikutip situs web resmi PIJ, menyatakan demikian Nakhala dalam percakapan telepon pada hari Minggu (9/7) dengan keluarga sejumlah syuhada yang gugur dalam serangan mematikan Israel di kota dan kamp pengungsi Jenin pada awal lalu.
Nakhala memuji sengitnya perlawanan di Jenin sebagai “kemenangan besar” bagi kubu pejuang atas rezim Israel, dan menekankan bahwa PIJ bangga dengan “setiap tetes darah” dalam pertempuran itu.
Nakhala mengatakan kemenangan itu merupakan kelanjutan dari semua pertempuran heroik yang dipimpin oleh Brigade al-Quds, sayap militer PIJ, dan berbagai faksi resistensi Palestina lainnya.
“Apa yang terjadi di kamp Jenin adalah kemenangan besar dalam menghadapi agresi Zionis, yang dipimpin oleh Batalyon Jenin di Brigade al-Quds dan semua pasukan perlawanan,” katanya.
Dia menambahkan, “Apa yang terjadi itu menetapkan era baru di mana rakyat kita berada di atas angin dan resistensi kuat mereka.”
Nakhala juga mengucapkan terima kasih kepada penduduk Jenin dan kamp pengungsinya atas dukungan mereka kepada para pejuang dan pertempuran mereka melawan Israel.
Israel melancarkan kampanye militer terhadap Jenin pada dini hari tanggal 3 Juli, memobilisasi lebih dari 1.000 tentara sebagai cara untuk merusak “infrastruktur” perlawanan di kota dan kamp pengungsi Jenin.
Sedikitnya 12 warga Palestina gugur syahid dan satu tentara Israel tewas akibat konflik tersebut, di mana reaksi sengit kubu pejuang Palestina berhasil memaksa rezim Zionis itu untuk menarik keluar pasukannya dari Jenin setelah kurang dari dua hari.
Pasukan Israel akhirnya mundur dari Jenin pada Selasa malam setelah serangan selama 44 jam.
Agresi Israel di Jenin menuai kecaman luas dari masyarakat internasional.
Ketegangan memuncak di wilayah Tepi Barat dalam beberapa bulan terakhir di tengah serangan berulang Israel di kota-kota Palestina.
Hampir 190 warga Palestina gugur di tangan pasukan Zionis Israel sejak awal tahun ini, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, dan setidaknya 25 orang Israel tewas dalam berbagai serangan terpisah selama periode yang sama. (mm/presstv)
Baca juga:
Dikunjungi Menlu Aljazair, Presiden Iran: Kita Tak Akan Begini Jika Negara-Negara Islam Kompak Bela Palestina
Tentara Israel Bunuh Tiga Orang Palestina di Nablus