Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi dalam kata sambutannya saat dikunjungi Menlu Aljazair Ahmed Attaf di Teheran, Sabtu (8/7), menyatakan bahwa seandainya negara-negara Islam kompak membela Palestina maka tidak akan ada tragedi demi tragedi seperti yang sekarang ditimpakan oleh sistem hegemonik global terhadap bangsa-bangsa Muslim di Timur Tengah dan dunia.
Dalam pertemuan itu, sembari memuji keteguhan bangsa Aljazair dalam berjuang melawan kolonialis, Presiden Raisi juga menekankan minat Iran mengembangkan kerja sama dan meningkatkan taraf hubungan dengan Aljazair.
Dia menilai hububungan Iran-Aljazair sebagai hubungan bersemangatkan ukhuwwah Islamiyyah, yang dapat dikembangkan di berbagai bidang, termasuk perdagangan dan perekonomian, dengan bertolak dari pendirian kedua negara dalam berbagai isu regional dan global.
Menyinggung prestasi dan kemampuan signifikan Iran di bidang sains dan teknologi serta kesiapan Iran berpartisipasi dengan Aljazair di bidang ini, Presiden Raisi menyebutkan bahwa penguatan interaksi antarnegara Islam akan membukakan peluang bagi terbentuknya komunitas tangguh persekutuan negara-negara Islam.
Dia kemudian mengatakan, “Seandainya semua negara Islam bersatu dan bersekutu satu sama lain serta mengambil sikap seperti Iran dan Aljazair dalam menyokong Palestina maka kita sekarang tidak akan menyaksikan banyak kezaliman sistem hegemonik terhadap Muslimin di kawasan dan dunia.”
Di pihak lain, Menlu Aljazair Ahmed Attaf menyampaikan salam Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune untuk Presiden Raisi, serta menyinggung efektivitas percapakan-percakapan telefon antara kedua presiden.
“Saya ditugaskan oleh Bapak Abdelmajid Tebboune dalam konteks percakapan ini untuk memberitahukan kepada Yang Mulia keputusan, tekad dan kesiapan Aljazair memperluas hubungan dengan Iran pada level setinggi mungkin,” ujar Attaf.
Menteri Luar Negeri Aljazair memuji pencapaian kebijakan luar negeri Iran dalam hubungan luar negeri dan upaya yang dilakukan untuk memperluas hubungan dengan negara-negara sekutu, sahabat dan Muslim.
Dia juga mengatakan, “ Tingkat hubungan ekonomi dan perdagangan antara keduanya negara tidak pernah sepadan dengan tingkat hubungan politik bilateral yang tinggi, tetapi dengan upaya kedua presiden, kita akan menyaksikan perubahan di bidang hubungan ekonomi dan perdagangan.” (mm/alalam)
Baca juga: