Beirut, LiputanIslam.com – Kepala Dewan Syariah Hizbullah, Sheikh Muhammad Yazbek, mengimbau pemerintah Lebanon dan rakyatnya untuk bekerja keras mengakhiri pelanggaran Israel di desa Ghajar setelah dianeksasi oleh rezim Zionis ini.
Sheikh Yazbek dalam khotbah Jumat, (7/7), mengatakan, “Musuh, Israel, merampas tanah kita di Ghajar dengan memagarinya dan mencaploknya, meskipun PBB memutuskan bahwa tanah itu adalah tanah Lebanon. Israel melanggar kedaulatan Lebanon dan resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, selain pelanggaran-pelanggaran lainnya berupa aksi pembuldoseran yang mempengaruhi lahan pertanian Lebanon.”
Syiekh Yazbek meminta “pemerintah dan rakyat Lebanon untuk bekerja keras melalui jalur hukum dan mendesak komunitas internasional dan PBB untuk mengakhiri pelanggaran ini, dan agar negara mengambil kendali atas urusannya.”
Dia menambahkan, “Kita membutuhkan lebih banyak kerja sama dan simpati di antara kita sendiri untuk menghadapi pengepungan yang tidak adil yang dilakukan terhadap kita dengan alat-alat setan untuk membuat kita kelaparan, membuat kita berlutut dan mendorong kita untuk menyerah dan jatuh ke dalam perangkap rencana mereka, praktik ancaman dan intimidasi mereka serta aksi mereka melemparkan bom asap untuk mengaburkan visi tentang apa yang direncanakan serta membangkitkan fanatisme dan nafsu yang jauh dari nilai-nilai persaudaraan dan kenegaraan, mengingat bahwa hal ini lebih berbahaya dari kemiskinan dan kelaparan.”
Mengenai Palestina, Syeikh Yazbek mengatakan, “Agresi yang dilancarkan oleh musuh, Israel , terhadap kubu Jenin adalah bukti konklusif dari kebingungannya, pilihannya yang sempit, dan upayanya untuk melarikan diri ke depan, jadi ia menggunakan kemampuan darat dan udaranya untuk memberantas akar perlawanan di kamp dengan geografi yang terbatas.”
Diamenambahkan, “Israel memang telah menghancurkan dan merusak infrastruktur dengan membongkar jalan aspal, memutus aliran air dan listrik, membunuh, melukai dan meneror anak-anak kecil, tapi Israel tidak dapat mematahkan kemauan dan tekad para pejuang resistensi.”
Syeikh Yazbek menegaskan, “Pembebasan hanya dapat dicapai melalui resistensi, karena kekuatan rezim perampas itu tidak dapat dihalangi kecuali oleh kekuatan dan perlawanan rakyat yang tertindas, dan mereka yang memiliki hak, dan kemenangan pastilah milik orang-orang yang tertindas ini, dan itu adalah janji Allah yang tak akan terlanggar. Jika kamu menolong (agama) Allah, maka Dia akan menolongmu dan meneguhkan langkahmu.”
Kemenlu Lebanon beberapa hari lalu mengumumkan pihaknya menindaklanjuti laporan terkait larangan masuknya warga Lebanon ke bagian utara desa Ghajar oleh Israel, dan ada upaya pasukan Zionis untuk mencaploknya. Kementerian itu meminta pihak-pihak internasional untuk menekan Israel agar menyudahi aksi-aksi provokatifnya. (mm/raialyoum)
Baca juga:
Israel Serang Situs Peluncuran Roket di Lebanon
Tentara Israel Bunuh Tiga Orang Palestina di Nablus