TelAviv, LiputanIslam.com – Setidaknya tujuh orang terluka dengan kondisi sebagian di antaranya parah akibat serangan yang dilancarkan dengan penabrakan mobil dan penikaman di Tel Aviv, Selasa (4/7), menurut polisi Israel.
Polisi Israel Selasa mereka telah menerima laporan tentang “sebuah mobil yang menyerang sejumlah warga sipil” di Tel Aviv utara dan bahwa tersangka “telah dilumpuhkan”. Seorang petugas medis yang memeriksanya di tempat kejadian mengatakan kepada radio Kan Israel bahwa dia telah ditembak mati.
“Tampaknya tersangka mengendarai kendaraan yang melaju dari selatan ke utara, menabrak para pejalan kaki yang berdiri di pusat perbelanjaan dan keluar dari kendaraan untuk menikam warga sipil dengan benda tajam,” kata polisi, yang juga menyebutkan tiga di antara para korban mengalami luka parah.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas),faksi Palestina yang berkuasa di Jalur Gaza, memuji serangan itu sebagai “operasi heroik” dan menilainya sebagai “tanggapan awal atas kejahatan rezim pendudukan terhadap rakyat kami di kamp pengungsi Jenin”.
Juru bicara Hamas Hazem Qasem, dalam sebuah pernyataan menegaskan, “Ini adalah implementasi dari apa yang dikonfirmasi oleh kubu resistensi bahwa rezim pendudukan akan membayar harga atas kejahatannya.”
Dia menambahan,“Kami memuji para pejuang resistensi rakyat kami dan para pejuang di Jenin.”
Dalam pernyataan selanjutnya, Hamas mengatakan serangan itu dilakukan oleh Hussein Khalaylah, yang diidentifikasi sebagai salah satu anggotanya.
Khaled al-Batsh, seorang pejabat senior dalam gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) yang didukung Iran, memuji serangan itu dan menyebutnya sebagai tanggapan atas apa yang terjadi di Jenin.
Seorang juru bicara Layanan Ambulans Israel mengatakan beberapa orang terluka akibat tikaman dengan pisau.
Israel melancarkan serangan darat dan udara di kamp pengungsi Jenin pada Senin pagi, menggugurkan sedikitnya sembilan orang dan melukai puluhan lainnya.
Operasi itu masih berlanjut pada hari Selasa itu hingga membuat jumlah syuhada Palestina menjadi 13 orang, meski agresi pasukan Zionis telah membangkitkan gelombangan kutukan dari berbagai negara Arab dan Islam. (mm/raialyoum/aljazeera)
Baca juga: