Nazaret, LiputanIslam.com – Surat kabar Israel The Jerusalem Post melaporkan bahwa Iran menggunakan sebuah lembah di Kermanshah, Iran barat, untuk membangun persenjataan rudal balistik Qiam-1, menurut sebuah laporan baru yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian dan Pendidikan ALMA.
“Kami tidak hanya memiliki identifikasi positif dari persenjataan rudal balistik Qiam-1 di Kermanshah, Iran, melainkan Anda juga dapat melihat langsung ke pangkalan rudal dari tempat yang menguntungkan,” kata surat kabar itu, mengutip pusat tersebut.
Laporan itu menunjukkan rudal balistik Qiam-1 ditempatkan di area sekitar 150 km dari perbatasan dengan Irak. Rudal tersebut diduga disimpan di puluhan bunker di tiga lokasi bawah tanah, termasuk di Konesht Canyon. Pusat penelitian mengatakan ada “lusinan gudang rudal” yang telah digali di lembah ini.
Penggalan video yang dirilis oleh ALMA memperlihatkan 61 tempat persembunyian rudal di lembah dan seperti apa kemungkinan tempat persembunyian rudal Qiam, menurut website Amad.
Not only do we have positive identification of the Qiam-1 ballistic missile arsenal in Kermanshah, Iran
but you can even look directly into the missile base from an overlooking observation point. #IRGCterrorists pic.twitter.com/8KI0hp8KXg
— Israel-Alma (@Israel_Alma_org) June 28, 2023
ALMA juga mengaku telah mengidentifikasi 80 tempat persembunyian lain di sebuah situs bernama Panj Pelleh. Rudal-rudal ini bisa jadi berupa rudal Qiam atau Fatah.
Situs lembah itu juga berisi senjata-senjata anti-pesawat. ALMA jugamenunjukkan lokasi situs dan konteks umum area tersebut. Ini juga menunjukkan keberadaan situs rudal darat-ke-udara di Pangkalan Udara Kermanshah.
ALMA menyebut dirinya sebagai “pusat pendidikan dan penelitian, yang didedikasikan untuk memeriksa tantangan keamanan di perbatasan utara Israel dan mendidik para pembuat opini dari lembaga pemikir, akademisi, dan lainnya tentang kompleksitas multidimensi di Timur Tengah.”
ALMA telah mengadakan konferensi pers pada saat itu dan mereka menyebutkan “dua situs rudal balistik IRGC di Iran barat yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap negara-negara tetangga.”
ALMA mengklaim bahwa daerah ini digunakan untuk melancarkan serangan rudal yang menyasar pasukan AS di Ain al-Assad pada Januari 2020. “Rezim ini tidak pernah menentukan dari mana serangan rudal diluncurkan,” klaimnya.
Menurut Center for Strategic and International Studies (CSIS), rudal Qiam-1 “adalah rudal balistik jarak pendek (SRBM) berbahan bakar cair yang dikembangkan dan digunakan oleh Iran. Rudal tersebut adalah varian asli dari SRBM Shahab-2. Tidak seperti jenis rudal Scud Iran lainnya, ia tidak memiliki sirip ekor eksternal dan memiliki hulu ledak terpisah. Iran telah menggunakan rudal Qiam-1 dalam operasi tempur beberapa kali sejak 2017.” (mm/ry)
Baca juga: