Nazaret, LiputanIslam.com – Media Israel, Kamis (22/6), mengutip pernyataan bernada waswas dari seorang perwira tinggi brigade cadangan Israel bahwa negara Zionis ilegal ini sedang menghadapi preseden buruk dan perubahan strategis di Tepi Barat.
Menurut website Kipa, Gershon HaCohen, seorang perwira berpangkat mayor jenderal di cadangan rezim pendudukan serta anggota gerakan “keamanan”, mengatakan, “Apa yang terjadi pada Senin pagi di Jenin menjadi preseden.”
Dia menjelaskan, “Itu bukan sebatas masalah beberapa orang bersenjata yang menembaki beberapa jip Israel, itu adalah pertempuran yang melibatkan lebih dari seratus orang bersenjata. Ada barisan yang melawan Israel secara terorganisir.”
Sebelumnya di hari yang sama, surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa operasi serangan pejuang Palesina di dekat pemukiman Eli di Tepi Barat, “merupakan pengingat tragis akan kedalaman bahaya yang dihadapi oleh orang Israel yang memilih untuk tinggal di tanah pendudukan.”
Website Walla Israel memandang bahwa “penyergapan lanjutan Jenin dan operasi Tepi Barat mengubah aturan permainan,” dan bahwa ini merupakan “puncak baru dalam eskalasi di wilayah tersebut.”
Kekhawatiran Israel di bidang keamanan membengkak setelah empat orang Israel tewas dan empat lainnya terluka dalam serangan penembakan yang dilakukan oleh dua pejuang Palestina Muhannad Shehadeh dan Khaled Sabah, Selasa lalu di pemukiman Eli di Tepi Barat.
Sebelum itu, tentara Israel sempat beberapa jam terperangkap ke dalam sergapan rumit dari para pejuang Palestina di Jenin, yang komandoi oleh Brigade Jenin. Saat itu alat peledak diledakkan secara mencengangan, dan pasukan Israel terlibat kontak senjata, yang mengakibatkan tujuh tentara Zionis cedera, menurut media Israel, sementara Brigade Jenin memastikan kerugian Israel jauh lebih besar dari itu. (mm/raialyoum)
Baca juga: