Jenin, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Israel Palestina (Hamas) menegaskan bahwa kekejaman yang rezim Zionis Israel tidak dapat mematahkan resistensi Palestina, menyusul serbuan darat dan serangan udara terbaru Israel di kota Jenin di wilayah pendudukan Tepi Barat, Senin (19/6).
Hamas menyebutkan bahwa penembakan rudal dari helikopter Israel dalam serangan pasukan Israel di Jenin “mencerminkan ketidak berdayaan” rezim pendudukan dalam menghadapi para pejuang resistensi, dan membuktikan bahwa “perlawanan dari orang-orang kami tidak akan hancur.”
Pasukan Israel, didukung oleh helikopter Apache, telah menyerbu Jenin pada Senin pagi hingga menyulut bentrokan dan kontak senjata dengan kelompok-kelompok pejuang perlawanan.
Penembakan rudal dalam penyerbuan demikian belum pernah terjadi sebelumnya dalam dua dekade terakhir.
Pasukan khusus Israel membunuh lima orang Palestina, termasuk seorang anak kecil, dan melukai puluhan lainnya dalam serangan itu.
Hamas lebih memastikan bahwa pejuang perlawanan Palestina di Tepi Barat siap menanggapi setiap serangan Israel dengan resiko berapa pun, dan bahwa kekejaman rezim itu tidak akan dapat mematahkan tekad para pejuang Palestina untuk mempertahankan hak dan tanah air mereka.
Mengacu pada Resolusi PBB 37/43, Hamas menegaskan kembali bahwa bangsa Palestina memiliki “hak yang sah” untuk melawan rezim Israel dalam pencarian kebebasan mereka.
Resolusi PBB, menurut pernyataan tersebut, menegaskan “legitimasi perjuangan rakyat untuk kemerdekaan, keutuhan wilayah, persatuan nasional dan pembebasan dari dominasi kolonial dan asing serta pendudukan asing dengan segala cara yang tersedia, termasuk perjuangan bersenjata.”
Sebagai reaksi atas serangan mematikan terbaru, gerakan perlawanan Jihad Islam menyerukan aksi protes massal di Gaza untuk menunjukkan dukungan bagi Jenin dan para pejuangnya.
Pasukan Israel baru-baru ini melakukan serangan dan pembunuhan hampir setiap malam di bagian utara wilayah pendudukan Tepi Barat utara, terutama di kota Jenin dan Nablus, di mana kelompok-kelompok baru pejuang resistensi Palestina terbentuk.
Seorang pejabat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengutuk praktik terbaru rezim Israel sebagai “perang terbuka” terhadap bangsa Palestina.
“Perang sengit dan terbuka sedang dilancarkan terhadap rakyat Palestina oleh pasukan pendudukan,” tegas Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif PLO, Hussein al-Sheikh, di Twitter, Senin.
Dia juga menyatakan, “Kami berada di tengah pertempuran komprehensif di semua lini yang membutuhkan persatuan rakyat kami dalam menghadapi agresi ini.” (mm/pt)
Baca juga:
Pertama Kali Gunakan Apache, Pasukan Zionis Bentrok Sengit dengan Pejuang Palestina, 5 Gugur
Sekjen Jihad Islam Palestina Temui Presiden Iran