Teheran, LiputanIslam.com – Sekretaris Jenderal Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Ziyad al-Nakhala, telah mengadakan pertemuan dengan Presiden Iran Sayid Ibrahim Raisi di ibu kota, Teheran, Ahad (18/6).
Dalam sebuah pernyataan, PIJ menyebutkan bahwa Al-Nakhala telah menemui Presiden Raisi dalam kunjungan yang pertama dilakukan ke Teheran, sebagai kepala delegasi Palestina, sejak pertengahan pekan lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Iran menegaskan dukungan negaranya kepadaperjuangan Palestina,.
“Iran akan selalu mendukung bangsa Palestina dan menyokong perjuangan mereka yang adil, yang notabene urusan seluruh Muslimin,” ungkap Sayid Raisi. Dia juga menyerukan “peningkatan persatuan nasional antarelemen resistensi Palestina”.
Iran menjalin hubungan erat dengan berbagai faksi pejuang Palestina, terutama Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dan PIJ.
Pada hari Rabu pekan lalu, Ziyad Nakhala menemui Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei di Teheran.
Dalam pertemuan itu Ayatullah Khamenei mengucapkan selamat kepada Jihad Islam atas kemenangannya baru-baru ini atas Israel, dan memastikan bahwa kondisi rezim Israel saat ini berbeda dengan 70 tahun yang silam.
“Musuh, Zionis, sekarang berada dalam posisi pasif dan reaktif, dan situasi ini menunjukkan bahwa Jihad Islam Palestina dan faksi-faksi perlawanan telah mengidentifikasi jalan dengan tepat dan bergerak maju ke arah ini dengan waspada,” ujarnya.
Ayatullah Khamenei juga menekan bahwa tujuan dan cita-cita besar tidak akan mungkin tercapai tanpa kesiapan untuk menanggung segala risiko.
“Hari ini, berkat anugerah Allah, kekuatan dan kredibilitas kelompok resistensi Palestina dan Jihad Islam meningkat dari hari ke hari., dan kekalahan rezim Zionis baru-baru ini dalam perang lima hari menegaskan hal ini,” tuturnya.
Dia juga mengatakan, “Jihad Islam Palestina lulus ujian dalam pertempuran Gaza baru-baru ini, dan sekarang kondisi rezim Zionis telah berubah dibandingkan dengan 70 tahun silam. Para pemimpin Zionis layak untuk khawatir tidak mengalami ultah-nya yang ke-80 tahun.” (mm/anadolu/tt)
Baca juga: