Baghdad, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Irak, Muhammad Shia’ Al-Sudani, mengundang Sheikh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb untuk berkunjung ke Irak.
Tentang ini, sebuah pernyataan dari kantor Al-Sudani, Senin (12/6), menyebutkan bahwa Al-Sudani “telah bertemu Syekh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb di markas besar Syeikh Al-Azhar, Kairo, dalam kunjungan resminya ke Republik Arab Mesir.”
Dalam pertemuan itu Al-Sudani mengatakan, “Kawasan (Timur Tengah) menjadi sasaran serangan teroris akibat beredarnya ideologi menyimpang yang tidak ada hubungannya dengan agama.”
Al-Sudani menyebut negaranya sebagai salah satu negara paling terdampak serangan teror, namun juga telah berhasil menghadang gelombang terorisme dengan gagah berani.
Dia juga menekankan urgensi upaya menebar faham dan wacana keislaman moderat, yang “merepresentasikan spirit Islam sejati yang mengajarkan kerukunan hidup, rasa persaudaraan, kasih sayang dan perdamaian”.
Disebutkan pula bahwa Al-Sudani telah melayangkan “undangan kepada Imam Besar Al-Azhar untuk berkunjung ke Irak”. Dia memuji peran dan kedudukan Al-Azhar Al-Syarif di tengah umat Islam.
Dia juga mengaku berkunjung ke Mesir semata-mata demi mengungkapkan spirit persaudaraan antara kedua negara dan menekankan hubungan historis yang mempertemukan antara keduanya.
Menanggapi hal ini, Syeikh Ahmad Al-Tayeb mengatakan, “Irak merupakan negara penting di Dunia Islam, dan bangsa Irak telah dapat melewati ujian besarnya dan berdiri kokoh di atas kakinya meski segala tantangan menghadangnya.”
Imam Besar Al-Azhar menyambut gembira kunjungan Perdana Menteri Irak, berharap kebaikan untuk Negeri 1001 Malam ini, dan berjanji akan berkunjung ke Irak dalam waktu dekat. (mm/alalam)